Gandrung Kerukunan

Penulis: Ono Sarwono Pada: Minggu, 09 Sep 2018, 09:20 WIB Opini
Gandrung Kerukunan

MI/PANCA SYURKANI

KEBERANIAN pesilat Hanifan Yudani Kusumah 'merukunkan' bacapres petahana Joko Widodo dengan bacapres Prabowo Subianto (29/8) di arena Asian Games XVIII di Jakarta (29/8) sungguh mengejutkan dan menyejukkan. Semoga aksi spontanitas itu menumbuhkan semangat kerukunan antarpendukung kedua kompetitor tersebut hingga pemilu mendatang.
Bila menengok dalam dunia pakeliran, gereget yang hampir sama pernah digelorakan Gunawan Wibisana. Pangeran Alengka yang bertempat tinggal di kesatrian Utarapura ini berupaya merukunkan Raja Alengka Dasamuka dengan Rama Wijaya agar tidak berperang memperebutkan Dewi Sinta.
Namun, upaya tulus Gunawan gagal karena Dasamuka menolak mentah-mentah. Pada akhirnya perang tidak terhindari. Dramatisnya, Gunawan hengkang meninggalkan tanah airnya dan menyeberang mengabdi kepada Rama. Akhirnya, Alengka hancur lebur dan Dasamuka tamat.   
Istana Alengka terbakar
Alkisah, ada tamu tak diundang yang memasuki taman Argasonya Alengka dengan senyap. Dia merupakan utusan Rama yang bernama Anoman. Kedatangan Putra Dewi Anjani yang berwadak kera putih itu untuk memastikan bahwa Sinta, istri Rama, benar-benar berada di negara tersebut.
Ketika itu, baru saja Dasamuka meninggalkan taman kaputren yang asri dan indah tersebut. Seperti biasanya, secara berkala ia menyambangi Sinta untuk mengemis cintanya. Namun, seperti hari-hari sebelumnya, jangankan menerima cintanya, Sinta kembali menyebut Dasamuka sebagai raja yang tidak tahu malu dan berwatak begundal.
Dasamuka sempat murka dan bahkan bermaksud membunuh Sinta. Tapi, Trijatha, keponakannya, pintar menurunkan tensi uwaknya yang memang temparamental. Dasamuka pun pergi dengan mengulum harapan pada suatu hari Sinta bersedia menerima cintanya. Trijatha ialah putri Gunawan yang ditugasi menemami sekaligus melayani semua kebutuhan Sinta selama berada dalam cengkeraman Dasamuka di Argasonya.
Betapa kagetnya Sinta dan Trijatha ketika melihat ada kera putih mendatangi sambil menyembah. Wanara itu lalu memperkenalkan diri bernama Anoman dan mengatakan bahwa dirinya sebagai utusan Rama. Sebagai tanda bukti, Anoman menyerahkan cincin Rama kepada Sinta.
Anoman lalu menawarkan diri membawa Sinta untuk dipertemukan kembali dengan Rama. Namun, perempuan titisan Dewi Widawati itu menolak dan meminta suaminya, Rama, sendiri yang menjemputnya. Selain pesan itu, Anoman diberi sisir sebagai tanda bukti agar diserahkan kepada Rama.
Di luar dugaan, percakapan mereka terdengar Indrajit, putra mahkota Alengka, yang kala itu sedang berpatroli. Serta merta ia mendobrak pintu dan memasuki Argasonya. Anoman tidak melawan ketika digelandang Indrajit dan kemudian dihadapkan kepada sang ayah, Dasamuka.
Anoman sengaja pasrah ditangkap karena ia ingin melihat langsung sosok Dasamuka. Dari kabar yang ia terima, Dasamuka ialah raja yang sakti dan menggiriskan. Selain itu, ia juga ingin mengetahui sekaligus mengukur sejauh mana kekuataan pasukan Alengka.  
Betapa murkanya Dasamuka ketika diberi tahu ada monyet memasuki Argasonya tanpa izinnya. Apalagi, ia utusan Rama. Karena itu, ia perintahkan Indrajit dan putranya yang lain menjatuhkan hukuman mati kepada Anoman dengan cara dibakar hidup-hidup di alun-alun.
Kisahnya Anoman tidak mati. Ia malah membawa api dan membakar istana Alengka hingga ludes. Lalu dengan cepat Anoman meninggalkan Alengka dan kembali ke Pancawati melaporkan misinya kepada Rama.   
Perbuatan hina
Pascaterbakarnya Istana Alengka, Dasamuka memendam marah yang luar biasa kepada Anoman. Dalam pasewakan yang dihadiri para nayaka praja dan sentana dalem, Dasamuka berjanji akan merajam kera putih yang biang ludesnya istana. Ia juga menghujat Rama dan bertekad menghabisinya demi mewujudkan impiannya memperistri Sinta.
Ketika Dasamuka masih diliputi amarah, Gunawan memberanikan diri menyela. Ia matur bahwa terbakarnya istana merupakan sebab dan akibat. Menurutnya, tamparan memalukan itu dampak dari perbuatan Dasamuka sendiri yang semena-mena menculik Sinta.
Gunawan menyarankan Dasamuka agar segera mengembalikan Sinta kepada Rama yang merupakan suaminya yang sah. Itu juga untuk menghindari peperangan dengan Rama. Karena, kalau tidak, Rama pasti segera datang beserta bala tentaranya menjemput Sinta.
Lebih dari itu, ia meminta sang kakak memilih untuk menjaga kerukunan dengan Rama yang merupakan titisan Bathara Wisnu. Dia utarakan bahwa kodratnya Wisnu ialah dewa penjaga keadilan dan ketentraman jagat. Siapa pun akan konyol bila melawan atau bermusuhan dengan Wisnu.
Kumbakarna, yang berada di sampingnya, mendukung Gunawan. Ia menyarankan sang kakak memerima semua yang disampaikan sang adik. Menculik Sinta untuk diperistri merupakan perbuatan hina. Karena itulah, Dasamuka dan Alengka dipastikan akan kena karmanya.
Saran kedua adiknya itu tidak membuat Dasamuka mendingin. Justru sebaliknya, emosinya makin meluap. Ia tegaskan, dirinya ialah raja dan semua harus tunduk pada perintah dan pendiriannya. Jika ada yang tidak setuju, dipersilakan pergi.
Gunawan tidak menyerah. Pun Kumbakarna. Keduanya secara bergantian kembali mengutarakan sarannya agar Alengka yang merupakan warisan kakeknya, Prabu Sumali, dan rakyat selamat. Karena, jika Dasamuka nekat mengubar nafsu, Alengka dan seluruh isinya akan lebur.
Dasamuka membentak kedua adiknya itu. Lalu dengan geram ia mengusir Gunawan dan Kumbakarna. Meski sedih, Gunawan tegar meningalkan tanah kelahirannya dan kemudian bergabung dengan Rama. Adapun Kumbakarna pamit dan ingin tapa tidur di Gunung Gohkarna.
Kodratnya berpasangan
Pada suatu ketika, Rama bersama adiknya, Laksmana, yang didukung ribuan pasukan wanara pimpinan Narpati Sugriwa menyerbu Alengka. Pecahlah perang besar. Tidak terbilang senapati dan prajurit raksasa Alengka yang mati, pun pasukan kera Goa Kiskenda.
Gunawan menjadi salah satu penentu kemenangan Rama dalam peperangan itu. Ia membuka rahasia kelemahan-kelemahan semua senapati Alengka. Oleh karena itu, dengan mudah Rama menyirnakan musuh-musuhnya.
Setelah perang usai, Rama menobatkan Gunawan sebagai penguasa baru Alengka yang diubah namanya menjadi Singgelapura. Gunawan berjanji menjunjung tinggi persahabatan dengan Rama sepanjang masa.
Poin kisah ini ialah bahwa Gunawan tokoh yang gandrung kerukunan dan kebenaran. Ia mencegah terjadinya peperangan dengan mendesak Dasamuka mengembalikan Sinta kepada Rama. Karena Sinta merupakan titisan Bathari Widawati yang kodratnya berpasangan dengan Bathara Wisnu yang sedang menitis pada Rama Wijaya. (M-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More