SBY Ultimatum Roy Suryo

Penulis: Putri Rosmalia Octaviyani Pada: Jumat, 07 Sep 2018, 08:15 WIB Politik dan Hukum
SBY Ultimatum Roy Suryo

MI/ROMMY PUJIANTO
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (3/9).

KETUA Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono telah menyurati Wakil Ketua Umum Demokrat Roy Suryo untuk menyelesaikan dugaan penguasaan barang milik negara (BMN) saat masih menjadi menteri pemuda dan olahraga.

"Kami telah menyampaikan pesan instruksi khusus kepada beliau untuk menyelesaikannya dengan baik dan cepat. Itu dari Pak SBY langsung," ujar Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Hinca mengaku dirinya heran dengan dugaan Roy masih menguasai sebanyak 3.226 unit BMN seperti yang diungkapkan pihak Kemenpora. Dia pun meminta Roy untuk mengklarifikasi secara resmi dan terbuka informasi tersebut.

"Saya juga bingung kalau disebut angka-angka sebanyak itu. Namun, toh itu temuan oleh BPK, jadi angka dan data itu harus diklarifikasi oleh Mas Roy sendiri," tutur Hinca.

Hinca juga menyarankan supaya Roy Suryo menemui Kemenpora guna menyelesaikan masalah sehingga tidak menjadi kegaduhan yang terus muncul di publik.

"Jadi mana yang menjadi soal, mana yang dituduhkan, itu yang lebih baik duduk sama-sama. Dengan demikian semua bisa selesai," ungkap Hinca.

Heran

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku heran dengan banyaknya barang yang ditagih Kemenpora kepada Roy Suryo. "Saya tidak membayangkan 3 ribu barang itu bagaimana mengangkutnya. Ya, tetapi itu urusan mereka," tutur Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden Jakarta, kemarin.

Wapres tidak mau berkomentar lebih banyak terkait persoalan itu. "Saya kira bagaimana hebatnya itu 3 ribu barang itu satu rumah susah juga. Rumah saya paling barang-barang paling ratusan, itu bisa ribuan," tutur dia.

Di sisi lain, Kemenpora mempersilakan Roy Suryo mengajukan somasi terkait beredarnya surat permintaan pengembalian aset BMN Kemenpora.

Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto mengatakan hal itu merupakan hak Roy. "Jadi, somasi itu haknya Pak Roy Suryo, ya. Saya tadi malam di sebuah stasiun televisi live juga sama Pak Tigor (kuasa hukum Roy Suryo). Kemudian pagi juga saya sama Pak Tigor," kata Gatot di Ruang Komisi X DPR, Senayan, Jakarta, kemarin.

Gatot mengatakan, untuk menyelesaikan masalah tersebut, Menpora Imam Nahrawi mengusulkan mengadakan pertemuan dengan Roy Suryo.

"Memerintahkan kepada kami, kepada saya, untuk segera mempertemukan Pak Menpora dengan Pak Roy Suryo. Jadi duduk bareng," ujarnya.

Gatot mengatakan pemerintah tidak ingin imbas masalah itu membuat publik justru melupakan euforia gegap gempita Asian Games 2018. Apalagi, Indonesia sukses besar meraih 31 medali emas pencapaian tertinggi selama keikutsertaannya.

"Itu saja poinnya. Namun, kalau bisa, kita selesaikan secara baik-baik," pungkasnya.

Mantan politikus Demokrat Ruhut Sitompul meminta Roy tidak asal bicara. Ia mendesak mantan rekan separtainya itu segera menuntaskan masalah tersebut. "Suruh jangan terlalu nyinyirlah si Roy itu." (Dro/*/P-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More