Dayung Bawa Indonesia Lampaui Perolehan Emas Bangkok 1978

Penulis: Rendy Renuki H Pada: Senin, 27 Agu 2018, 12:29 WIB Olahraga
Dayung Bawa Indonesia Lampaui Perolehan Emas Bangkok 1978

ANTARA/INASGOC/Nova Wahyudi
Tim dayung Indonesia di kelas empat putra

CABANG olahraga dayung membawa Indonesia melampaui perolehan medali emas Asian Games Bangkok 1978. Hingga Jumat 24 Agustus malam, kontingen Indonesia berhasil mengalahkan batas meraih sembilan emas, melewati total delapan keping emas di Bangkok 40 tahun silam.

Lebih membanggakan lagi, torehan sembilan emas diraih hanya enam hari sejak pembukaan Asian Games 2018, 18 Agustus lalu. Berbanding dengan 1978 silam, di mana Indonesia harus berjuang hingga akhir untuk meraih delapan emas, tujuh perak, 18 perunggu dengan total 33 medali dan finis di urutan tujuh.

Emas terbaru Indonesia dipersembahkan cabor dayung di kelas ringan delapan putra. Tim dayung Indonesia yang diperkuat Muhad Yakin cs meraih waktu tercepat 6 menit 08.88 detik pada pertandingan di Jakabaring Sport City, Palembang.

Mereka mengalahkan Uzbekistan yang harus puas meraih perak dengan catatan waktu 6 menit 12.46 detik. Serta Hong Kong yang mendapatkan waktu 6 menit 14.46 detik di tempat ketiga dan berhak atas medali perunggu.


Selain emas, di hari yang sama cabor dayung pun mampu menyumbang satu perak dan perunggu. Medali perak disumbangkan tim Indonesia di kelas empat putra dengan waktu 6 menit 20.58 detik, terpaut 3.45 detik dari India di urutan pertama yang meraih emas.

Sedangkan medali perunggu cabor dayung dipersembahkan kelas empat putri. Tim putri Indonesia meraih waktu 7 menit 19.02 detik, tertinggal dari Tiongkok dan Vietman yang meraih emas dan perak.

Cabor jetski dan senam artistik pun turut menyumbang medali bagi kontingen Indonesia Jumat per 24 Agustus. Jetski meraih satu perak dan perunggu di nomor runabout limited pada pertandingan di pantai Ancol.

Medali perak dipersembahkan Aero Sutan Aswar dengan skor 53, terpaut enam poin dari Ali Allanjawi asal Uni Emirat Arab yang meraih emas. Sedangkan perunggu bagi Indonesia diraih saudara kandung Aero, Aqsa Sutan Aswar pada pertandingan di nomor yang sama.

Terakhir, cabor senam artistik tutur menyumbang medali bagi Indonesia di hari keenam. Pesenam wanita Rifda Irfanaluthfi berhasil merebut perak di nomor lantai putri dengan skor 12.750, tertinggal 275 poin dari Su Jong Kim asal Korea Utara yang meraih emas.

Hasil yang menunjukkan Indonesia memiliki semangat mengalahkan batas di Asian Games 2018. Sesuai dengan semangat Combiphar selaku official supplier Asian Games 2018, yang terus mendukung kontingen #IndonesiaKalahkanBatas .

Berikan dukungan untuk atlet Indonesia melalui games #IndonesiaKalahkanBatas, persembahan OBH Combi dan dukung Indonesia menjadi posisi #1. Menangkan juga tiket nonton Asian Games 2018 atau Voucher belanja setiap harinya dari OBH Combi! Klik di sini.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More