Tiga Mahasiswa Berbalutkan Songket Palembang Taklukkan Gunung Elbrus

Penulis: Panca Syurkani Pada: Minggu, 19 Agu 2018, 16:32 WIB Internasional
Tiga Mahasiswa Berbalutkan Songket Palembang Taklukkan Gunung Elbrus

Ist

TIGA mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Palembang, Sumatra Selatan, mendaki puncak Gunung Elbrus di Rusia dengan misi mempromosikan perhelatan Asian Games 2018.

Ketiga mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Alfedya tersebut ialah Faldi Riswandi, Riza Husin, dan Riki Andriansyah, membalut diri dengan kain songket Sriwijaya saat menjejakkan kaki di puncak gunung tertinggi di Eropa dengan ketinggian 5.624 meter di atas permukaan laut (mdpl) pada Selasa (14/8).

Mereka tiba di Moskow pada Selasa (7/8). Setelah bermalam di KBRI Moskow, perjalanan dilanjutkan ke Mineralny Vody dan kemudian ke Terskol pada Kamis (9/8). Setelah aklimatisasi selama tiga hari, ketiganya mulai mendaki pada Senin (13/8) didampingi pemandu..

"Sebelum mendaki puncak, kami melakukan tiga kali aklimatisasi ke puncak gunung yang berbeda, yaitu gunung Cheget (3.100 mdpl), Gunung Azau (3.700 mdpl), dan Gunung Pastukhov Rocks (4.500 mdpl)," ujar Faldi saat ditemui wartawan Media Indonesia Panca Syurkani dalam peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-73 di KBRI Moskow, Jumat (17/8).

Dia menuturkan, jalur pendakian cukup sulit karena berselimut salju abadi dengan suhu udara mencapai minus 11 derajat celcius. Meski sempat mengalami mountain sickness, tak menyurutkan semangat mereka menggapai puncak.

Perjalanan ke puncak dimulai pada selasa (14/8), sekitar pukul 03.00 waktu setempat. Setelah menghabiskan waktu sekitar enam jam, tim pendaki pun mencapai puncak pada pukul 09.00.

"Summit attack kami mulai lakukan pada Selasa (14/8) sekitar pukul 03.00 dan mencapai puncak Elbrus pukul 09.00 pagi," ujar tutur Faldi.

Riza menjelaskan, ekspedisi bertema Songket Sriwijaya Menyapa Eropa itu merupakan mimpi Mapala Alfedya untuk mencapai atap Eropa melalui puncak Elbrus yang merupakan salah satu puncak gunung tertinggi di Eropa dan dunia.

"Kami tidak menyangka, perjalanan kami akan sampai sejauh ini. Dari Palembang sampai Moskow hanya bertiga dengan segala keasingan. Kami berterima kasih banyak kepada Duta Besar RI di Moskow Wahid Supriyadi dan KBRI Moskow atas dukungan yang diberikan," ungkap Riza.

Tertahan di bandara
Setiba di Bandara Domodedovo Moskow, para pendaki sempat tertahan di imigrasi. Setelah berkomunikasi dengan Sekretaris Pertama Fungsi Pensosbud KBRI Moskow Enjay Diana, pihak Imigrasi pun akhirnya meloloskan mereka.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus M Wahid Supriyadi mengapresiasi dan ucapan selamat atas keberhasilan mereka karena turut membawa nama baik bangsa Indonesia.

"Kesuksesan ini merupakan hasil dari niat dan usaha yang kuat. Mencapai puncak Elbrus tidaklah mudah. Selain jalur yang sulit karena salju, cuaca dan suhu dingin juga sangat berpengaruh pada perjalanan," jelas Dubes Wahid.

Tidak hanya di Puncak Elbrus, pada 2017 ketiga pendaki itu juga sukses membawa songket Sriwijaya yang merupakan kain khas Palembang ke salah satu dari tujuh puncak dunia, Gunung Cartensz Pyramid di Papua, Indonesia.

Tahun depan, mereka pun berharap dapat membawa Songket Sriwijaya ke puncak Gunung Kilimanjaro di Afrika dan Aconcagua di Argentina.

Faldi, Riza dan Riki bersyukur dapat merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-73 bersama WNI di Rusia di KBRI Moskow sebelum kembali ke Indonesia pada Sabtu (18/8).

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More