PT Pos Luncurkan 2 Ribu Perangko Asian Games di Palembang

Penulis: Antara Pada: Minggu, 19 Agu 2018, 14:00 WIB Olahraga
PT Pos Luncurkan 2 Ribu Perangko Asian Games di Palembang

ANTARA/Novrian Arbi

PT Pos Indonesia meluncurkan sebanyak 2.000 perangko edisi khusus seri Asian Games XVIII di Palembang, Sumatera Selatan.

Untuk menyemarakkan Asian Games di Palembang dan Jakarta pada 18 Agustus-2 September 2018 secara nasional diluncurkan 40.000 perangko seri pesta olahraga itu. Hal itu dikatakan Wakil Kepala Kantor Pos Palembang Hasnan, Sabtu (18/8).

Menurut dia, perangko seri khusus Asian Games 2018 ini dicetak terbatas dan tidak akan dilakukan pencetakan ulang jika dalam beberapa hari ke depan habis terjual.

Bagi masyarakat yang memiliki hobi mengoleksi perangko, imbuhnya, bisa segera menghubungi petugas kantor pos terdekat karena jumlah perangko yang diedarkan di Palembang sebanyak 2.000 lembar tidak bisa ditambah jumlahnya.

Dia menjelaskan, dalam perangko seri khusus Asian Games, ada beberapa gambar cabang olahraga yang dipertandingkan dimuat dalam lembaran perangko seperti sepakbola dan voli.

Perangko bisa menjadi salah satu bukti sejarah, oleh karena itu momentum Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games XVIII tahun ini diabadikan di perangko.

Koleksi perangko dengan momentum tertentu bisa menjadi bukti dan menjelaskan kepada generasi yang akan datang bahwa Kota Palembang dan Jakarta pernah menjadi tuan rumah pesta olahraga negara-negara kawasan Asia itu, ujar Hasnan. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More