Sekjen PDIP: NU adalah Rumah Bersama

Penulis: Insi Nantika Jelita Pada: Sabtu, 18 Agu 2018, 16:16 WIB Politik dan Hukum
Sekjen PDIP: NU adalah Rumah Bersama

ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
SEKRETARIS Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto

SEKRETARIS Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto memberikan tanggapanya mengenai pertemuan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

"NU rumah bersama, kalau kita lihat pak Jokowi menempatkan NU di dalam seluruh tradisi kesejarahannya Islam Nusantaranya. Pak Jokowi juga menjadi bagian NU dan Muhammadiyah. Jadi silaturahim yang dilakukan adalah wajar memang seperti itu, apalagi NU kembali pada Khitohnya 1926." ungkap Hasto di Rumah Cemara, Jakarta, Sabtu (18/8).

Saat ditanyakan apakah PBNU bulat mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto menjelaskan sosok Ma'ruf Amin dihormati banyak orang.

"Kiai Ma'ruf Amin sebagai Rais Aam yang dihormati, tentu saja sosok tokoh bangsa memberikan dukungan. NU sebagai organisasi yang kita hormati." ungkap Hasto

Lanjutnya menurut Hasto, pemilihan Ma'ruf Amin sejak awal sudah dikalkulasi dengan sebaik baiknya.

"Setiap aturan organisasi yang tumbuh di NU harus kita hormati bersama. Ini bukan aspek legalitasnya, tetapi proses legitimasinya. Legitimasi ini yang menentukan sesorang menjadi pemimpin" pungkasnya. (OL-7)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More