Pemeriksaan Berlapis saat Pembukaan Asian Games

Penulis: Budi Ernanto Pada: Sabtu, 18 Agu 2018, 16:07 WIB Megapolitan
Pemeriksaan Berlapis saat Pembukaan Asian Games

MI/Pius Erlangga
Petugas Kepolisian mengatur arus lalu lintas saat penerapan penutupan ruas jalan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (18/8/2018)

KEPALA Polri Jenderal Tito Karnavian mengatakan bahwa pengamanan kepada masyarakat yang akan menonton upacara pembukaan Asian Games 2018 secara langsung akan dilakukan secara berlapis. Pemeriksaan dilakukan sejak para penonton mulai memasuki Komplek Olahraga Gelora Bung Karno. 

“Pemeriksaan badan, kemudian tas. Itu di ring terluar hingga yang di Stadion Utama juga dilakukan pemeriksaan,” kata Tito ketika meninjau pengamanan di Komplek Olahraga Gelora Bung Karno bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Sabtu (18/8).

Tito menambahkan, masyarakat juga harus ingat bahwa ada beberapa benda yang dilarang dibawa ketika menonton upacara pembukaan. 

“Senjata tajam, senjata api, laser, pointer, flair, dilarang," tegas Tito.

Polri, sambung Tito, juga memasang lebih 300 CCTV yang dapat memindai wajah para penonton. Jika ada orang yang mencurigakan dan melakukan hal yang tidak diinginkan, akan muncul nama, alamat, dan juga data pribadinya. Pemasangan kamera pengintai canggih itu bertujuan meminimalisir kerusakan dan tindak kejahatan di arena pertandingan di Komplek Olahraga Gelora Bung Karno.

Pada saat yang sama, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan, pihaknya siap mendukung kepolisian dalam rangka pengamanan upacara pembukaan Asian Games. 

"Khusus untuk pembukaan Asian Games nanti, wilayah ring satu menjadi tanggung jawab Paspampres. Di sana sudah ditempatkan alat pengamanan. Teman-teman media juga dilarang untuk menerbangkan drone," kata Hadi. 

Untuk diketahui, upacara pembukaan Asian Games 2018 akan berlangsung pada Sabtu (18/8) malam mulai pukul 19.00 WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

“Kami tidak mau ambil risiko. Apabila ada drone terbang yang dikatakan itu milik media dan sudah ada Presiden Jokowi dan ada tamu negara VVIP, maka sudah tidak bisa kita kendalikan,” kata dia. (OL-7)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

POLISI tidak langsung menangkap creator dan buzzer berita bohong atau hoaks mengenai 7 kontainer surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Alasannya, aparat masih melakukan pendalaman dari sisi aspek alat bukti untuk penyelidikan kasus tersebut dan masih menunggu hasil laboratorium forensik terkait identifikasi suara. Setujukah Anda dengan sikap Polri tersebut?





Berita Populer

Read More