Joni Mau Banget Ketemu Presiden Jokowi

Penulis: Yanurisa Ananta Pada: Sabtu, 18 Agu 2018, 15:39 WIB Humaniora
Joni Mau Banget Ketemu Presiden Jokowi

MI/Yanurisa Ananta
Johannes Andekala (Joni), 14, bocah yang viral dengan video memanjat tiang bendera saat penyelenggaraan Upacara Pengibaran Bendera di Nusa Tenggara Timur, Atambua, bertemu dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi

YOHANES Ande Kala Marcal (Joni), 14, bocah pemanjat tiang bendera pada upacara HUT Kemerdekaan RI ke-73 di Desa Silawan, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengaku ingin bertemu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Hal itu disampaikan Joni saat ditanya oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi di kantornya hari ini, di Jakarta, Sabtu (18/8).

"Jadi ingin enggak bertemu Bapak Presiden Jokowi?" tanya Imam di hadapan wartawan. 

Sambil tersenyum Joni menjawab. "Mau," jawab Joni yang mengenakan seragam SMP saat bertemu Imam.

"Mau atau mau banget?" tanya Imam. "Mau banget," kata Joni diikuti tawa seluruh isi ruangan kerja Imam.

Kemenpora mengundang Joni ke Jakarta sebagai apresiasi atas dirinya yang sudah berani memanjat tiang bendera. Rencananya, Joni juga akan diajak menyaksikan pembukaan Asian Games 2018 malam ini. Tak hanya itu, Senin (20/8) mendatang, Joni juga dijadwalkan untuk bertemu Presiden Jokowi.

"Saya akan ajak Joni nonton Asian Games. Setelah itu kita juga akan ajak keliling venue-venue pertandingan. Senin nanti akan diterima Bapak Presiden," ucap Imam.

Untuk diketahui, Joni viral di sosial media sejak aksinya memanjat tiang bendera saat peringatan HUT RI ke-73 berlangsung di Pantai Motaain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu. Saat itu, upacara sempat terhenti saat bendera hendak dikibarkan lantaran tali bendera tersangkut.

Joni langsung memanjat tiang setinggi 12 meter tersebut meski dirinya mengaku tengah sakit perut. Berdasarkan video, Joni memanjat hingga ujung tiang. Saat ini Joni berada di Jakarta bersama kedua orangtuanya.

"Sebuah kebanggan bagi Indonesia karena kita punya Joni yang sangat heroik." pungkas Imam. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More