Satpol PP Calo Dinonjobkan

Penulis: (KG/J-1) Pada: Sabtu, 18 Agu 2018, 01:20 WIB Megapolitan
Satpol PP Calo Dinonjobkan

ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

PEMERINTAH Kota Depok akhirnya mencopot pejabat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok dan sekretaris kecamatan yang diduga terlibat skandal percaloan dan suap perizinan.

Selain percaloan, kelima pejabat bersangkutan juga disebut mencuri sejumlah pelang segel perumahan yang sedang dibangun. Kelima orang bersangkutan dicopot Kamis (16/8). Mereka ialah Sim, Zul, Sud, yang bertugas di satpol PP Kota depok, serta SH, Sekretaris Kecamatan Pancoran Mas.

Kepala Satpol PP Kota Depok Yayan Arianto mengatakan ulah pejabat fungsional Satpol PP itu sangat kelewatan. "Mereka mencoreng wibawa Satpol PP dan merendahkan Pemkot Depok," tegasnya, Jumat (17/8).

Kelima orang tersebut dicopot berdasarkan SK yang ditandatangan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok Supian Suri. "Selanjutnya dinonjobkan di BKPSDM Kota Depok," ucap Yayan.

Pencopotan SH dan kawan-kawan, lanjutnya, agar masalah tidak berlarut-larut. Selanjutnya Yayan akan mengecek serta menginventarisasi seluruh pelang segel tanda larangan membangun yang dipasang Satpol PP di sejumlah perumahan.

Papan segel pengumuman bertuliskan dilarang mendirikan bangunan raib setelah petugas Satpol PP yang memasang meninggalkan lokasi di Kecamat-an Limo, Beji, Cilodong, Cipa-yung, Pancoran Mas, Sawangan, serta Bojongsari. "Pelakunya ternyata Suhendra Hamzah, Siman, Zulfikar, Sudibyo, dan seorang lagi," tandas Yayan.

Untuk mengungkap lebih jauh perbuatan kelima pejabat tadi, Satpol PP dalam waktu dekat memanggil pengembang cluster, perumahan, apartemen ilegal yang bangunannya dalam status disegel.

Yayan menyatakan percaloan perizinan yang diduga dilakukan petugas Satpol PP serta pejabat kecamatan sangat merugikan pemerintah. Karena sudah berurusan dengan orang dalam, pengembang tidak memproses site plan dan surat izin mendirikan bangunan (IMB) ke Pemkot Depok.

Praktik calo perizinan terungkap saat Satpol PP memasang pelang segel. Pengembang Apar-kost Avicenna (AA) berkicau telah memberi uang ke Satpol PP melalui Suhendra sebesar Rp350 juta. "Ini bukti kuitansi," papar pengembang AA.

Bukan hanya pengembang AA, beberapa pengembang yang sedang membangun cluster, perumahan, dan apartemen, juga diduga sudah memberikan uang kepada para pejabat yang dicopot.

Kepala Dinas Penanaman Mo-dal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Depok Yulistiani Mochtar Sriyamto menyatakan hampir semua perumahan yang disegel Satpol PP Kota Depok belum juga mengurus perizinan.

Soal siapa saja pengembang yang membangkang itu, Yulistiani akan mengecek ke bidang perizinan DPMPTSP. "Saya cek dulu. Administrasi dokumen perizinan yang masuk ke meja saya lengkap," cetusnya.

Berita Terkini

Read More

Poling

POLISI tidak langsung menangkap creator dan buzzer berita bohong atau hoaks mengenai 7 kontainer surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Alasannya, aparat masih melakukan pendalaman dari sisi aspek alat bukti untuk penyelidikan kasus tersebut dan masih menunggu hasil laboratorium forensik terkait identifikasi suara. Setujukah Anda dengan sikap Polri tersebut?





Berita Populer

Read More