Nasionalisme dalam Warna-Warni Sariayu Martha Tilaar

Penulis: (Mut/S2-25) Pada: Kamis, 16 Agu 2018, 09:05 WIB Advertorial
Nasionalisme dalam Warna-Warni Sariayu Martha Tilaar

MEDIO 2018, khususnya Juli sampai September, menjadi momen berkesan bagi Sariayu Martha Tilaar. Selain menjadi bagian dari pemecahan rekor tarian poco-poco, Sariayu juga terlibat langsung dalam mendukung tiga event penting di Tanah Air, yaitu Asian Games 2018, Jember Fashion Carnaval dan Paskibraka 2018. Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 yang jatuh tepat besok Jumat (17/8), Martha Tilaar Group berkomitmen untuk dapat tetap mendukung kegiatan kenegaraan. Di antaranya,  dengan mempercantik tim pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) yang bertugas untuk upacara di Istana Negara. Vice Chairwoman Martha Tilaar Group, Wulan Tilaar, mengatakan bahwa selama kurang lebih 33 tahun, sejak zaman pemerintahan Soeharto hingga Joko Widodo, Sariayu Martha Tilaar dipercaya untuk menata rambut dan merias wajah tim paskibraka.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, Sariayu Martha Tilaar memberi dukungan penuh, tak hanya untuk tata rias, tapi juga dalam pengukuhan dan Detik-Detik Proklamasi, baik kepada tim  pengibar bendera maupun tim penurunan bendera pusaka,” ujar Wulan. Selain itu, Sariayu juga memberikan produk lengkap, pelatihan dasar make-up atau disebut beauty class, performance improvement dan sesi motivasi. Bahkan, tim paskibraka yang terdiri atas 68 orang, yaitu 34 putra dan 34 putri, yang merupakan siswa-siswi SLTA terpilih dari 34 provinsi di Indonesia, juga diajak berkunjung ke PT Martina Berto Tbk.

Dengan berkunjung dan melihat langsung, para anggota paskibraka diharapkan mendapat sebuah pengalaman baru dalam mengenal produk kosmetik dan kecantikan dalam negeri yang senantiasa mengambil inspirasi kekayaan alam dan budaya Indonesia, mengutamakan riset dan pengembangan, kualitas, serta daya saing dengan brand global. Di samping acara kenegaraan, dukungan Martha Tilaar Group juga terus mengalir pada berbagai kegiatan lain yang bersifat nasionalis. Misalnya, saat pemecahan rekor dunia senam poco-poco yang diikuti 65 ribu peserta dari berbagai kalangan mulai anak-anak hingga lanjut usia.

Untuk memperoleh rekor dunia, para peserta serentak menari poco-poco selama 10 menit dengan gerakan penuh semangat, dinamis, dan harmoni mengikuti 1.500 instruktur. Kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah itu berlangsung pada Minggu (5/8), pukul 06.00 WIB, di Silang Monas hingga sepanjang Jalan MH Thamrin–Sudirman, Jakarta Pusat. Tujuannya agar masyarakat dunia lebih mengenal kebudayaan Indonesia, salah satunya tarian Poco-Poco. Martha Tilaar Group bangga bisa ikut serta dan menjadi bagian dari  jang spektakuler yang melibatkan seluruh elemen masyarakat tersebut.

Melalui kegiatan itu, Martha Tilaar Group mendukung sepenuhnya upaya Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKB) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Terutama, untuk menunjukkan pada dunia bahwa tradisi budaya merupakan identitas bangsa yang menjadi sendi kehidupan berbangsa dan bernegara yang merekatkan persatuan dan kesatuan. “Hal itu tentunya sejalan dengan salah satu pilar Martha Tilaar Group, yaitu beauty culture, yang konsisten melestarikan budaya Indonesia dalam setiap aktivitas dan programnya,” ujar Wulan. Adapun tiga pilar Martha Tilaar Group lainnya yaitu beauty green, beauty education, dan empowering women.

Empat pilar tersebut diwujudkan dalam bentuk berbagai kegiatan atau dukungan terhadap event yang tidak hanya bermanfaat bagi perusahaan, tetapi juga kehidupan orang banyak serta bangsa dan negara. Selain diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 RI, pemecahan rekor dunia tari pocopoco juga disiapkan untuk memeriahkan perhelatan Asian Games 2018, yang akan digelar di Jakarta dan Palembang, rencananya resmi dibuka pada Sabtu (18/8). (Mut/S2-25)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More