Sean Mantab Menatap Sisa Balapan F2

Penulis: RO/R-1) Pada: Kamis, 16 Agu 2018, 10:00 WIB Advertorial
Sean Mantab Menatap Sisa Balapan F2

DOK SEAN GELAEL

PEMBALAP muda Indonesia Sean Gelael mengaku lebih segar saat menghadapi sisa balapan Formula 2 musim 2018. Pembalap tim Pertamina Prema Theodore Racing tersebut memang cukup rileks mengisi masa jeda dengan berbagai kegiatan termasuk balapan sprint rally di Sirkuit Paramount Land, Tangerang, Banten, pekan lalu. Putra dari pasangan Ricardo dan Sri Sudarini Gelael itu terlihat santai saat turun di Merdeka Sprint Rally 2018. Sean juga banyak bercanda dengan teman-temannya maupun pembalap yang selama ini konsentrasi pada balapan reli termasuk juara nasional sprint rally 2017, Rizal Sungkar.

“Saya dulu juga main reli. Tapi sudah lama. Sekitar tujuh tahun yang lalu. Makanya saya senang bisa kembali lagi. Banyak temanteman dan senior yang terlibat langsung pada balapan ini,” kata Sean Gelael yang turun di sprint rally bersama navigator Deden Kusuma Bagya itu. Selain untuk mengisi waktu jeda balapan satu level di bawah Formula 1 itu, Sean mengaku jika dirinya turun di sprint rally untuk memberi semangat kepada para pembalap muda serta untuk membangkitkan kembali sprint rally yang saat ini sudah berbeda ketimbang beberapa tahun lalu. Apalagi peminatnya juga cukup tinggi. Pada Merdeka Sprint Rally 2018, Sean Gelael turun dengan menggunakan kendaraan Mitsubishi Evolution X.

Meski cukup lama vakum dalam dunia reli, pembalap berusia 21 tahun itu ternyata tetap piawai dalam mengendalikan mobil. Hal itu dibuktikan Sean dengan mampu menekan juara nasional sprint rally 2017, Rizal Sungkar. “Ikut reli ini sebenarnya untuk seru-seruan aja. Tapi yang namanya balapan setelah turun ya tidak mau mengalah. Saya tetap berusaha meraih hasil yang terbaik,” kata pembalap yang didukung penuh Jagonya Ayam KFC Indonesia itu.

“Saya bisa lebih ‘fresh’ untuk menghadapi sisa balapan Formula 2. Yang jelas kami ingin sprint rally kembali berkembang dan akan melahirkan pereli-pereli profesional,” kata Sean lagi. Sementara itu, sang navigator Deden Kusuma Bagja menilai meski Sean Gelael lama tidak turun di reli, kemampuannya dinilai meningkat jika dibandingkan dengan tujuh tahun lalu. Salah satu yang meningkat ialah proses adaptasi lintasan maupun kendaraan.

“Latihan baru hari Jumat (10/8), itupun tidak penuh. Tapi dia langsung menyodok dan menempel ketat Rizal Sungkar. Catatan waktu setiap SS juga meningkat. Ini cukup bagus bagi dia,” kata navigator  yang sudah cukup lama bersama keluarga Gelael itu. Selama turun di Merdeka Sprint Rally 2018, Sean dalam setiap SS-nya mampu menempel Rizal Sungkar yang berada di posisi atas. Dukungan dari keluarga memang menjadi motivasi tersendiri bagi Sean.

Jumpa fan
Selain turun di sprint rally, pembalap penyuka musik hip-hop itu juga tidak ketinggalan balapan dengan menggunakan simulator. Artis Gading Marten dan pembalap Rizal Sungkar yang menjadi lawan di balapan sungguhan juga menjadi lawan. Balapan reli simulator juga tidak kalah serunya. Tidak hanya balapan, masa jeda Formula 2 ini juga dimanfaatkan oleh Sean Gelael untuk bertemu langsung dengan penggemar setianya. Khusus untuk saat ini pertemuan dilakukan di sela balapan yang dipenuhi dengan debu itu. Namun, semuanya berjalan dengan lancar. Sesuai dengan jadwal, Sean Gelael akan kembali tampil di balapan Formula 2 di Sirkuit Spa-Francorchamps Belgia, 24-26 Agustus.

Setelah itu berurutan di Monza Italia, Sochi Rusia dan Yas Marina Uni Emirat Arab. Sementara itu, pada Merdeka Sprint Rally 2018, Sean Gelael mampu tampil apik dan menempel ketat pereli nasional Rizal Sungkar. Hingga balapan yang terbagi empat SS berakhir, Sean Gelael berada di posisi kedua dengan total waktu terpaut dua detik dari Rizal yang menjadi juara. Tim Principal Pertamina Prema Thedore Racing, Rene Rosin pun optimistis Sean dan rekannya, Nyck de Vries, bisa meraih hasil positif pada sisa musim balapan musim ini. Keyakinan Rosin terhadap dua pembalapnya begitu tinggi. Pasalnya, mereka sudah belajar banyak dari paruh pertama musim. (RO/R-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More