Beras Bumdes Pasok Kebutuhan Asian Games dan Asian Para Games

Penulis: Micom Pada: Jumat, 17 Agu 2018, 19:40 WIB Nusantara
Beras Bumdes Pasok Kebutuhan Asian Games dan Asian Para Games

Ist

PRESIDEN Joko Widodo memposisikan desa sebagai fokus utama pembangunan. Salah satu wujudnya ialah pemberian Dana Desa langsung dari APBN untuk dikelola dan dimanfaatkan masyarakat berupa kegiatan yang bersifat padat karya, antara lain melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Saat ini, eksistensi Bumdes kian hari kian mendapatkan pengakuan publik. Terbaru, salah satu program unggulan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) ini mampu memasok kebutuhan beras selama penyelenggaraan Asian Games dan Para Games 2018 di Jakarta dan Palembang.

Bumdes yang memasok beras untuk konsumsi para atlet, ofisial, dan relawan tersebut adalah Bumdes Maju Bersama dari Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Diprediksi untuk memasok kebutuhan Asian Games dan Para Games 2018 tersebut dibutuhkan hingga 60 ton beras.

"Ini sebuah prestasi yang membanggakan karena Bumdes yang baru kita dorong dalam tiga tahun terakhir ini produknya mampu meyakinkan publik untuk menggunakannya, bahkan bisa turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan Asian Games dan Para Games 2018 dengan memasok kebutuhan beras untuk para atlet, ofisial, hingga relawan," ujar Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo, di Jakarta, Selasa (15/8).

Lebih lanjut Eko menjelaskan bahwa produk beras dari Cilamaya Wetan merupakan salah satu produk unggulan kawasan perdesaan dari Karawang. Menurutnya, saat ini Bumdes Maju Bersama, yang merupakan gabungan dari Bumdes dari beberapa desa ini, telah mempunyai sarana pendukung untuk meningkatkan skala ekonomi produk unggulan mereka dari pengeringan padi, gudang, hingga sarana packaging.

"Sarana dan prasana ini juga didukung dengan jaminan serapan pasar yang merupakan buah dari memorandum of undestanding (MoU) Kemendesa dengan para off-taker dari kalangan dunia usaha," katanya.

General Manager PT Asia Niaga Sinergi, Aulia Bari, yang merupakan off-taker atau pendamping Bumdes Maju Bersama, mengatakan bahwa upaya pendampingan ke petani Cilamaya Wetan baru berlangsung dalam 6 bulan terakhir.

Dalam kurun waktu tersebut, petani diberikan pendampingan dalam bentuk teknis industri dan pemasaran. Di situ, petani diberikan bimbingan bagaimana mengelola produk mereka agar bisa diserap oleh pasar.

"Kami juga memberikan pendampingan terhadap penyediaan sarana dan prasana yang dibutuhkan oleh petani untuk meningkatkan kualitas produk mereka," ujarnya.

Aulia mengungkapkan, selama pendampingan, petani maupun manajemen Bumdes Maju Bersama sangat antusias untuk mengembangkan produk unggulan kawasan perdesaan mereka. Menurutnya, antusiasme ini penting karena memudahkan komunikasi dan kerja sama antara petani, pengelola Bumdes, serta perusahaan sebagai off-taker.

Dia berharap agar produk dari Bumdes Maju Bersama bisa bersaing secara nasional.

"Saat ini selain memasok kebutuhan untuk Asian Games dan Para Games 2018, beras produksi Bumdes Maju Bersama dengan nama dagang LARISST juga menjadi beras Bumdes pertama yang masuk ke modern retail market melalui Indomaret di pelosok Tanah Air. Karena itu, kami yakin kerja sama ini akan kian berkembang di masa mendatang di mana keberadaan Prukades, Bumdes, hingga kami sebagai off-taker akan memberikan nilai lebih bagi peningkatan kesejahteraan petani dan warga desa," pungkas Aulia. (RO/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More