Guru Inovatif Jadi Sumber Teladan

Penulis: Dhk/S2-25 Pada: Kamis, 16 Agu 2018, 09:20 WIB Humaniora
Guru Inovatif Jadi Sumber Teladan

Wisnu Aji Sekretaris Ditjen GTK Kemendikbud---Dok. Kemendikbud

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendorong agar semakin banyak guru yang mampu menyiapkan peserta didik menjadi generasi emas Indonesia. Oleh karena itu, guru-guru diharapkan kian inovatif untuk menelurkan terobosan dalam proses pembelajaran.

Untuk memotivasi para guru, Kemendikbud pun menggelar ajang Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi 2018. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Supriano mengatakan dunia pendidikan dihadapkan pada perubahan yang sangat cepat. Guru dan tenaga kependidikan memegang peranan penting dalam penyiapan generasi muda yang mampu menghadapi berbagai tantangan zaman.

“Kita berharap dengan adanya event apresiasi ini, guru termotivasi untuk melakukan inovasi. Mereka menjadi model, menjadi contoh, dan menjadi teladan,” ujarnya saat dijumpai di kantornya, di Jakarta, Rabu (15/8). Kegiatan Pemilihan GTK Berprestasi dan Berdedikasi Tahun 2018 diikuti 914 peserta dari berbagai jenjang pendidikan mulai pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga pendidikan menengah, termasuk perwakilan sekolah Indonesia di luar negeri (SILN). “Mereka-mereka semua bagus-bagus inovasinya dalam pembelajaran. Mereka kreatif dalam inovasi,” imbuh Supriano.

Dia menegaskan para pendidik ialah agen perubahan di daerah. GTK berprestasi dan berdedikasi inilah yang akan menjadi role model di daerah mereka masing-masing.
Harapannya apresiasi dari pemerintah bisa menularkan semangat inovatif antarsesama guru.  Menurut Supriano, Kemendikbud telah menggulirkan tiga kebijakan besar dalam rangka menyiapkan generasi emas penerus bangsa di era yang semakin global. Pertama, ialah gerakan literasi nasional.

Literasi yang dimaksud tidak sebatas baca tulis, tapi juga terkait dengan literasi teknologi, khususnya dunia digital. “Negara yang mampu bersaing adalah yang mampu menguasai teknologi, informasi, sumber daya, dan bisnis,” ucapnya.

Kedua, pembelajaran berbasis kompetensi abad ke-21 yang diupayakan melalui Kurikulum 2013 (K-13). Menurutnya, empat kompetensi dasar yang wajib dimiliki setiap peserta didik,
yakni kompetensi untuk berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi atau kerja sama, dan kreativitas.

Ketiga, ialah pembangunan karakter yang meliputi karakter nasionalis, religius, mandiri, gotong royong, dan kejujuran (integritas). Menurut Supriano, penumbuhan kompetensi
dasar tersebut tak lepas dari peran guru. Guru yang inovatif diharapkan mampu menjadi teladan bagi para murid.

“Pendidikan kompetensi dan karakter tidak bisa diceramahkan saja, tetapi harus ditumbuhkan dan dibiasakan melalui contoh dan teladan dari guru. Untuk itulah, pendidik menjadi kunci keberhasilan program penguatan pendidikan karakter (PPK) yang digulirkan pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017,” tandasnya.


Bukti atensi

Sekretaris Ditjen GTK Kemendikbud Wisnu Aji menambahkan, ajang penghargaan tersebut sebagai bukti perhatian pemerintah terhadap guru-guru yang memiliki kreativitas tinggi dan dedikasi.

Menurut dia, penghargaan tersebut digelar secara berjenjang. Sebelum sampai pada pemilihan tingkat nasional, peserta yang telah memenuhi syarat akademik dan administratif lebih dulu harus melewati beberapa tahapan, mulai tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, sampai akhirnya pada tingkat nasional.

Penghargaan bagi guru berprestasi dan berdedikasi akan diberikan kepada guru mulai jenjang pendidikan anak usia dini sampai pendidikan menengah. Untuk tenaga kependidikan berprestasi dan berdedikasi, penghargaan diberikan kepada kepala sekolah, tenaga laboratorium, pengawas sekolah, petugas perpustakaan, dan tenaga administrasi sekolah berlaku di semua jenjang.

“Semakin banyak yang mendapat penghargaan semakin bagus untuk memotivasi mereka agar semakin kreatif,” ujarnya.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More