Perpusnas Kata Mereka

Penulis: Micom Pada: Kamis, 16 Agu 2018, 10:05 WIB Advertorial
Perpusnas Kata Mereka

ANTARA FOTO/Didik Suhartono

Eksistensi Perpustakaan Nasional (Perpusnas) sejak diresmikan kembali oleh Presiden Joko Widodo pada 14 September 2017 semakin mendapat pengakuan oleh publik, baik di tingkat nasional maupun internasional. Mayoritas menilai transformasi Perpusnas bukan hanya membanggakan  Indonesia, namun juga bisa dijadikan contoh oleh negara lain dalam membangun perpustakaan di negara masing-masing.

IRJEN SETYO WASISTO
Kadiv Humas Polri
Saya mengajak seluruh masyarakat, mari kita berkunjung ke Perpustakaan Nasional. Dengan adanya Perpustakaan nasional yang representatif sekarang ini tentunya bisa menjadi daya tarik kita untuk menambah ilmu, menambah wawasan dari koleksi-koleksi yang ada di Perpustakaan Nasional.

EVA KUSUMA SUNDARI
Anggota DPR
Perpustakaan nasional dengan strategi pendaftaran keanggotaan digital telah saya sebar di dapil (daerah pemilihan) saya dan mendapat banyak respons. Dengan itu terbukti bahwa ternyata akses ke perpustakaan di manapun sangat dibutuhkan.
Saya sangat sedih dengan fakta literasi Indonesia merupakan dua terendah di dunia dan ini indikasi jelek sekali. Bagaimana kita mau mendapatkan generasi emas kalau kualitasnya rendah, dan itu terlihat dari literasi.
Perpustakaan Nasional dengan berbagai terobosannya sangat saya tunggu dan saya terapkan. Mungkin strategi berikutnya seperti yang saya lihat di London, Perpustakaan Nasional bisa mempunyai kegiatan yang tidak berkaitan langsung dengan membaca. Misalnya dengan membuka ruang bagi komunitas untuk berkumpul dan berbagi ilmu pengetahuan.
Bukan hanya Perpustakaan Nasional sebenarnya, hal yang sama juga harus dilakukan baik oleh pemerintah provinsi hingga sekolah-sekolah. Itu yang saat ini saya lihat masih kurang. Literasi kesadaran membaca juga harus disebarluaskan agar sejak anak-anak sudah mulai menyukai membaca.

HAMID AWALUDDIN
Menteri Hukum dan HAM
2004-2007
Tidak ada peradaban tanpa aksara. Aksara itu adalah instrumen menguak tabir alam. Bagaimana caranya adalah melalui bacaan. Semakin tinggi peradaban sebuah bangsa, semakin tinggi level literasi terlihat dari semakin tinggi angka orang membaca.
Perbedaan antara orang membaca dan orang tidak membaca berbeda sekali. Orang yang membaca itu struktur berpikirnya lebih sistematis, tidak loncat-loncat karena bacaan itu adalah akumulasi ide yang disusun dalam bentuk bangunan sistematika. Kalau orang tidak membaca, dia cenderung ngomong. Kalau orang banyak ngomong itu cenderung tidak sistematis.
Karena itu, secara psikologis orang yang banyak membaca attitude-nya lebih banyak attitude yang bertanggung jawab. Sementara orang yang kurang baca tapi banyak bicara cenderung tidak bertanggung jawab karena dia hanya ngomong.
Orang yang banyak baca attitudenya itu adalah bertanggung jawab karena bacaannya itu sebetulnya pertanggungjawaban yang jelas, sedangkan kalau omongan ada kalanya tidak perlu authority. Jadi bagaimanapun Anda menyebut diri Anda sebagai generasi milenial, kalau tidak membaca tidak ada gunanya.

HASANUDIN AM
Wakil Ketua DPRD
Tanah Bumbu Kalsel
Kami cukup bangga sekali ternyata Indonesia memiliki Perpustakaan Nasional yang luar biasa, gedungnya sangat tinggi bahkan tertinggi di dunia. Dengan adanya perpustakaan ini saya kira ini merupakan kebanggan nasional. Karena itu, saya ajak seluruh masyarakat Indonesia berkunjung ke perpustakaan nasional RI dan tentu untuk menambah literatur, membaca buku, perbendaharaan, dan sebagainya.
Kami sebagai orang daerah, khususnya di Kabupaten Tanah Bumbu, sangat mengharapkan bukan di pusat saja ada perpustakaan mewah tapi kami juga menghendaki di daerah-daerah ada perpustakaan.
Syukur alhamdulillah, kami mendapat satu bantuan unit mobil perpustakaan keliling dan ini juga jadi satu kebanggan kami masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu. Harapan kami ke depan, mudah-mudahan Perpustakaan Nasional RI bisa membantu kembali Kabupaten Tanah Bumbu untuk pengadaan kantor.

SUGANDA PANDAPOTAN PASARIBU
Sekretaris Jenderal
Ombudsman RI
Saat ini Indonesia mempunyai perpustakaan yang sangat megah. Sebagai anak bangsa tentunya saya sangat bangga sekali Indonesia mempunyai perpustakaan yang bisa bersanding dengan perpustakaan yang ada di dunia. Kami tentunya dari Ombudsman RI sangat mendukung sekali keberadaan perpustakaan ini dalam rangka membangun peradaban bangsa.
Kami yakin dengan keberadaan perpustakaan, dengan semakin banyak masyarakat yang datang ke perpustakaan, peradaban yang diharapkan akan terwujud. Saya yakin ke depan Indonesia akan menjadi suatu negara yang diperhitungkan di dunia karena kita mempunyai perpustakaan yang sangat kuat.
Semua masyarakat mempunyai akses untuk membaca, untuk mendapatkan literasi pengetahuan dari perpustakaan. Karena itu, Ombudsman akan terus mengawal bagaimana pelayanan publik terhadap perpustakaan ini dapat berjalan dengan baik sehingga apa yang diharapkan dengan adanya perpustakaan ini bisa diwujudnyatakan di Indonesia.

H. E. MR. VALERI KOLESNIK
Ambassador of Belarus
Saya senang bisa mengunjungi Perpustakaan Nasional untuk pertama kalinya. Saya terkesan dengan bangunannya, tempat yang menarik, koleksi yang bagus, sikap yang terbuka. Saya melihat masyarakat baik anak-anak, orang tua, dan berbagai orang tertarik pada budaya dan sains.
Terima kasih pada Perpusnas, orang-orang bisa belajar sejarah, tidak hanya sejarah mereka tapi juga dari negara berbeda. Yang kami bahas hari ini, kolaborasi antara Indonesia dan Belarusia, juga ketertarikan dalam hal ini untuk mempromosikan tidak hanya kebudayaan saat ini tapi juga kebudayaan pada abad pertengahan. Saya  berharap Perpusnas bisa jadi yang terbaik memberikan pengetahuan pada masyarakat, terbuka, bahkan di era digital perpustakaan tetap berperan.

DJOKO UDJIANTO
Ketua Komisi X DPR
Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat khususnya generasi muda untuk gemar membaca. Datanglah ke Perpustakaan Nasional sebagai jendela ilmu. Belajar, semangat, kita harus mampu mengejar ketertinggalan kita dari negara-negara maju. Datang ke Perpustakaan Nasional, ramaikan fasilitas-fasilitas yang sudah ada. Perpustakaan Nasional jaya!

MARLINDA IRWANTI
Anggota DPR Komisi X Bidang Pendidikan
Saya mengharapkan partisipasi seluruh masyarakat, khususnya tempat nongkrong anak muda, misalnya coffee shop yang ada di kota-kota besar, khususnya Jakarta, untuk meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat Indonesia, khususnya anak muda.
Yuk, kita siapkan buku-buku di coffee shop atau tempat nongkrong anak muda di Indonesia. Saya yakin dengan baca buku Indonesia akan menjadi yang terbaik di Asia.

NAJWA SHIHAB
Duta Baca Indonesia 2016-2020
Saya mau menggarisbawahi satu hal, soal betapa bangganya saya terhadap Perpustakaan Nasional. Bukan karena bangunan fisiknya yang baru yang tertinggi di duni. Ya itu membanggakan, tetapi saya bangga karena komitmen Perpusnas untuk membangun roh sebagai tempat yang begitu terbuka dan merangkul semua.
Bagaimana Perpusnas menjadi tempat berkumpul anak-anak muda bicara Indonesia 2045. Anak-anak Indonesia dari seluruh penjuru berkumpul di Perpusnas dan membicarakan mimpi mereka tentang Indonesia. Perpusnas juga dijadikan tempat berkumpul orang-orang yang peduli HAM, menggalang dana untuk para pahlawan HAM yang terlupakan.
Gedung Perpusnas dijadikan tempat pemberian Penghargaan Yamti Yahim. Ini menunjukkan bahwa gedung Perpusnas, betul-betul bukan hanya gedung mewah, tetapi sudah memiliki roh untuk keterbukaan bangsa, roh yang memungkinkan orang berkumpul, berangkul bersama, dan menghasilkan karya-karya besar bersama.
Tantangan kita, bagaimana roh itu juga tersebarkan ke perpustakaan-perpustakaan daerah yang lain sehingga bisa menjadikan perpustakaan bukan hanya bangunan yang riweh dengan hal yang bersifat birokrasi, tapi gedung tempat pertemuan bagi berbagai kalangan.

DATO NAFISAH BINTI AHMAD JUSA
Kepala Perpustakaan Negara Malaysia
Pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat atas keberadaan perpustakaan nasional yang sangat membanggakan. Setelah 25 tahun kunjungan saya ke Indonesia, ini kali pertama saya melihat perkembangan yang sangat pesat dan signifikan dari Perpustakaan Nasional.
Transformasi Perpusnas saya yakin tidak lepas dari dukungan pemerintah tertinggi, dalam hal ini Presiden Joko Widodo. Meski mungkin belum sebanding dengan perpustakaan-perpustakaan paling maju di dunia, tapi paling tidak kita patut berbangga bisa berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan perpustakaan negara serumpun ASEAN, seperti Malaysia dan Singapura.
Dengan adanya sinergi yang lebih erat, saya yakin kita akan mampu menjadi aspirasi untuk memajukan Asean Community demi kepentingan rakyat.

MUSTARI IRAWAN
Kepala ANRI
Saya sangat bangga sekali melihat perpustakaan nasional Republik Indonesia yang begitu mewah, yang begitu besar, dengan koleksi yang begitu banyak. Karena saya tahu, perpustakaan adalah pusat dari pemikiran dan peradaban manusia.
Tentu saja saya berharap bahwa kondisi ini tetap bisa dijaga dan ditingkatkan. Nanti ANRI dan perpustakaan nasional ini seperti rekan. Karena antara arsip negara dan bahan pustaka mempunyai akar yang sama yaitu informasi.
Di daerah, secara kelembagaan kami bersatu sehingga kami juga sangat berharap, di pusat antara ANRI dan perpusnas juga bisa bersama-sama membangun informasi untuk kepentingan bangsa dan negara.
Harapan saya ke depan masyarakat akan lebih banyak lagi untuk datang ke perpustakaan nasional. Buku adalah jendela dunia, dengan kita banyak membaca maka akan terbuka wawasan, pemikiran, dan pandangan kita terhadap luasnya pengetahuan yang ada di dunia ini dan buku akan membuat kita semakin bijaksana dan juga cerdas.

STEFANUS BRIA SERAN
Bupati Malaka NTT
Kesan saya terhadap perpustakaan nasional sangat membanggakan dan memberikan ilham kepada kami selaku kepala daerah bahwa ini pusatnya ilmu. Kami selaku kepala daerah akan mengembangkan perpustakaan di daerah kami supaya rakyat di daerah kami menjadi pintar. Karena dari kepintaran, segala-gala yang diinginkan bisa tercapai.

Meutia Hatta
Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan 2004-2009
Saya menyambut baik Perpustakaan Nasional yang sudah meningkatkan perwajahannya, bukan saja yang ada di Salemba, tetapi juga di sini yang saya kenal sejak lama. Saya melihat sekarang perpustakaan tidak hanya buku tapi juga berbagai macam audio visual, audio, maupun digital. Saya kira itu akan meningkat sesuai dengan perkembangan zaman. Makin banyak yang bisa diperoleh oleh generasi muda sekarang dan masa depan untuk meningkatkan pengetahuan mereka. Jadi ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Komjen Syafruddin
Wakil Kepala Kepolisian RI
Perpustakaan Nasional mempunyai peran penting dalam mengembangkan pengetahuan, terutama pengetahuan dan teknologi. Dan perpustakaan menurut saya sangat diperlukan keberadaannya. Saya bersyukur hari ini pada kesempatan yang sangat mengejutkan, saya melihat Perpustakaan Nasional cukup maju, modern, gedungnya baru, fasilitasnya memadai dan menjadi pusat pertemuan bagi semua kalangan, terutama kalangan intelektual. Karenanya saya mengimbau kepada seluruh masyarakat, kaum pemuda, para ilmuwan, dsb, untuk tetap menjadikan perpustakaan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

SAMAHUDDIN
Bupati Buton Tengah
Terima kasih dan sangat bersyukur dengan berdirinya kantor Perpustakaan Nasional setinggi 24 lantai yang merupakan tertinggi di dunia. Mudah-mudahan perpustakaan ini akan maju lagi, jangan khusus di nasional tapi bahkan di desa-desa.
Rencana saya, semua desa-desa akan dibangun perpustakaan karena majunya teknologi manusia itu dan majunya dunia ilmu. Perpustakaan dan semua apapun yang terjadi adalah semata-mata hanya karena membaca.

Mukti Arto
Hakim Agung Indonesia
Terima kasih atas kesempatan saya bisa berkunjung ke Perpusnas. Saya sejak kecil punya satu hobi untuk belajar membaca dari perpustakaan mana pun, baik perpustakaan daerah maupun kampung. Begitu mendengar ada undangan, saya tertarik. Perintah agama yang pertama diturunkan itu iqra atau bacalah.
Salah satu pusat bacaan yang bisa dijangkau oleh rakyat yaitu di perpustakaan. Tidak semua orang mampu beli buku sendiri, tapi di perpustakaan itulah mereka punya satu kesempatan untuk banyak membaca.
Dari membaca itulah kita akan mengenal apapun isi dunia ini, dan akan mendapatkan satu pedoman hidup dari bacaan-bacaan yang mereka baca tadi. Sebagaimana tadi juga sudah diungkapkan, Bung Karno sejak kecil hobi membaca. Jadi membaca bukan sebagai pekerjaan tapi hobi bagi kita semuanya.
GUSTIRAMLANA
Bupati Mempawa Kalbar
Saya sangat mengapresiasi kebijakan Presiden Jokowi yang telah memberikan perhatian besar kepada rakyat agar dapat meningkatkan minat baca terkhusus untuk kami di Kabupaten Mempawah. Kami berkomitmen teguh untuk tetap melaksanakan kebijakan yang berkaitan dengan bagaimana menggugah masyarakat untuk dapat selalu gemar membaca.
Dengan membaca berarti masyarakat akan terbuka dunia baginya. Oleh karena itu, mari ayo membaca, membaca, bekerja untuk kita semua.
Khusus untuk Perpustakaan Nasional kami mengapresiasi, dan merasa bangga terhadap bangsa Indonesia yang sudah memandang bahwa dunia bisa kita kuasai kalau kita banyak membaca. Bacalah, bacalah, bacalah untuk menguasai dunia. Begitu juga dengan Kabupaten Mempawah, motto kami maju dengan ilmu dengan membaca, membaca, membaca.

DEINAS GELEY
Wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya, Papua
Perpustakaan ini memang luar biasa. Kami Bangsa Indonesia, kami adalah warga negara Indonesia, dan kami dari Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Kami baru pertama masuk sini untuk melihat perpustakaan ini memang luar biasa dan bagus.
Hanya saja, para kepala-kepala perpustakaanya harus berpikir, seluruh Indonesia khususnya kabupaten/kota harus mengirim buku-buku untuk membaca, khusus itu tadi Papua. Ada suku-suku di daerah yang belum baca karena kami belum punya perpustakaan.
Di era kepemimpinan Presiden Jokowi sudah dibentukkan lembaga baru perpustakaan. Dengan adanya kantor perpustakaan tersebut, kami minta para kepala perpustakaan di sini (perpustakaan nasional) untuk mengirim buku-bukunya supaya kami di Papua bisa membaca.
Saya yakin bahwa Papua bisa berubah. Kita kurang baca maka kita ketertinggalan. Oleh karena itu, kami tidak mau menjadi ketertinggalan, tetapi kamo mau jadi maju seperti daerah-daerah lain di Indonesia.

RUDIANTARA
Menteri Komunikasi dan Informatika
Berbicara arsip artinya kembali kepada masalah dokumentasi. Suka atau tidak suka, salah satu yang menjadi rujukan kita adalah Perpustakaan Nasional. Gedung ini boleh dikatakan sangat nyaman bagi siapapun yang ingin melihat dokumentasi, arsip-arsip di Indonesia.
Saya apresiasi apa yang dilakukan teman-teman di sini, dan saya berharap kenyamanan ini bisa menjadi nilai tambah, bukan hanya untuk melihat ke belakang, tetapi lebih menyiapkan diri kita ke depan. Gedung yang nyaman, auditoriumnya nyaman, akustiknya juga bagus, makananya juga enak di sini, dan banyak orang yang betah di sini. Sekarang kita tidak hanya melihat ke belakang tetapi juga menyiapkan diri kita ke depan.

KETUA DAN ANGGOTA KOMISI A
DPRD KOTA MANADO
Kami dari DPRD Kota Manado Komisi A melihat semua fasilitas yang ada di perpustakaan nasional sangat-sangat baik. Jika Anda ingin maju, maka Anda harus membaca di perpustakaan. Untuk masa depan bangsa dan negara ini, mari kita ke perpustakaan untuk membaca. Ayo membaca, ayo ke perpustakaan.

CLAUDIA KAISER
Frankfurt Book Fair Vice President of Business Development
Saya sangat senang berada di sini dan melihat langsung keindahan gedung Perpustakaan Nasional Indonesia. Saya pikir ini ide yang bagus untuk dapat merealisasikan konsep yang ada di perpustakaan nasional, bagaimana mempromosikan budaya membaca ke masyarakat bahkan mestinya dapat menjangkau ke lebih banyak orang.
Saya pikir juga sangat penting untuk membicarakan lebih lanjut mengenai Perpustakaan Nasional di Indonesia. Saya ucapkan selamat atas perkembangan perpustakaan nasional. Sukses selalu.

D’MASIV
Grup Musik
Untuk teman-teman, anak-anak muda Indonesia yang ingin tahu lebih jauh tentang Indonesia, tentang dunia dengan menambah wawasan, silakan datang ke Perpustakaan Nasional. Sebagai generasi muda kita harus tetap up to date, tetap tahu banyak hal tentang Indonesia dan dunia. (Mut/S2-25)

Johanna Brismar Skoog  
Duta Besar Swedia
untuk Indonesia 2014-2018
Saya ingin mengucapkan selamat kepada Perpustakaan Nasional karena memiliki bangunan yang fantastis, karya seni yang indah, dan koleksi yang luar biasa. Saya berada di sini hari ini untuk menyumbangkan buku-buku tentang Swedia. Saya berharap banyak orang akan datang dan belajar tentang Swedia. Saya juga ingin mendorong semua anak di Indonesia untuk membaca lebih banyak. Apapun yang mereka temukan, bacalah. Saya ingin melanjutkan kolaborasi antara Swedia dan Indonesia dengan sumbangan buku dan kerja sama apa pun.

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More