Gempa Pasawaran Lampung tidak Timbulkan Kerusakan

Penulis: Antara Pada: Jumat, 17 Agu 2018, 19:20 WIB Nusantara
Gempa Pasawaran Lampung tidak Timbulkan Kerusakan

Ilustrasi/metrotvnews.com

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan pada Jumat (17/8), gempa bumi tektonik telah mengguncang wilayah Lampung pukul 14.13,54 WIB. BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan ancaman tsunami.

Menurut Joko Siswanto, Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Selatan, dalam rilis diterima di Bandarlampung, Jumat, hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi itu terjadi pada pukul 14.13.54 WIB dengan kekuatan (magnitude) 4,5 skala Richter (SR) dengan koordinat episenter 6,16 derajat Lintang Selatan (LS) dan 104,61 derajat Bujur Timur (BT) atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 90 km barat daya Kabupaten Pesawaran, Lampung, pada kedalaman 18 km.
 
Berdasarkan hasil analisis pada peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG dan laporan dari masyarakat, gempa bumi itu dirasakan di daerah Kota Agung, Tanggamus, II SIG-BMKG (II-III Modified Mercalli Intensity/MMI). Namun hingga saat ini belum ada laporan adanya kerusakan.

Ditinjau dari kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa bumi ini merupakan gempa bumi kedalaman dangkal akibat aktivitas sesar lokal di Selat Sunda. Hasil monitoring BMKG hingga saat ini menunjukkan belum terjadi gempa bumi susulan.

Untuk itu, kepada masyarakat di daerah Kota Agung, Tanggamus Lampung Selatan, diimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti arahan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) dan informasi BMKG. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More