Rengkuh Teknologi masa depan

Penulis: (Mut/S2-25) Pada: Kamis, 16 Agu 2018, 07:25 WIB Advertorial
Rengkuh Teknologi masa depan

MI/ADAM DWI

SEWAJARNYA perpustakaan yang modern, Perpustakaan Nasional (Perpusnas) kini telah mengadopsi teknologi RFID yang menghubungkan semua sistem pelayanan di Perpusnas.

Di masa mendatang, teknologi tersebut akan terus dikembangkan sehingga dapat lebih memudahkan pemustaka dalam menikmati layanan Perpusnas.

Sebagai contoh, Perpusnas juga telah mencanangkan penggunaan teknologi masa depan dan satu-satunya di Indonesia, yaitu teknologi transformasi buku. Secara teknis seperti lift buku yang akan mengembalikan buku-buku yang telah dipinjam pemustaka ke tempatnya semula.

“Jadi buku-buku itu sudah ada kode verifikasi, ada di lantai berapa rak berapa. Nanti sistem yang akan membaca sehingga dia yang akan mengembalikan. Sama seperti drive-thru,” ucap Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas Ofy Sofiana.

Tahun depan, layanan drive thru itu akan diterapkan di area lingkungan Perpusnas. Dengan demikian, pemustaka tidak harus masuk ke dalam gedung Perpusnas untuk mengembalikan buku karena sistem di bawah yang akan langsung bekerja.
Teknologi tersebut, selain memudahkan pemustaka dalam mengembalikan buku juga sekaligus mengubah peran pustakawan, terutama dalam hal penelusuran.

Pustakawan akan lebih banyak berperan membantu memberikan informasi terseleksi yang dibutuhkan pemustaka.

Terlepas dari itu, pustakawan dituntut untuk dapat terus meningkatkan kemampuan dalam mengakomodasi dan memfasilitasi pemustaka, antara lain dengan mengikuti perkembangan teknologi terkait dengan pelayanan yang ada di perpustakaan.
“Perkembangan teknologi makin signifikan. Pustakawan juga harus bergerak ke sana,” pungkasnya. (Mut/S2-25)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More