Semarak Gerakan Merah Putih dari Makassar

Penulis: (RO/S2-25) Pada: Kamis, 16 Agu 2018, 06:10 WIB Advertorial
Semarak Gerakan Merah Putih dari Makassar

DOK HUMAS PEMKOT MAKASSAR

Tahun ke-73 Kemerdekaan RI, Pemerintah Kota Makassar terus berusaha untuk menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap Sang saka Merah Putih. Dalam beberapa tahun belakangan, budaya mengibarkan dwi warna menjelang HUT RI seolah terlupakan. Agar kebiasaan baik ini tidak hilang di masyarakat, Pemerintah Kota Makassar memotivasi warganya untuk berkompetisi menyemarakkan lingkungan mereka dengan bendera-bendera Merah Putih melalui program yang dinamai Gerakan Merah Putih.

Dukungan pun ditunjukkan dari Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto yang terjun langsung memantau persiapan gerakan tersebut di sejumlah kecamatan di Makassar, Minggu (12/8). “Semarak Gerakan Merah Putih ini lahir karena semakin hari semakin sedikit rumah yang memasang bendera dan umbul-umbul di wilayahnya,” kata Danny, sapaan akrabnya. Ia berharap, gerakan tersebut dapat mengobarkan kembali semangat dan kebanggaan bangsa Indonesia.

Lebih lanjut, kemeriahan Gerakan Merah Putih di setiap kecamatan Kota Makassar itu akan dinilai oleh tiga tim yang terdiri atas kepala-kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) se-Kota Makassar. Tim 1 dikoordinasi oleh Pj Sekda Pemkot Makassar Naisyah Tun Azikin, tim 2 dikoordinasi Kepala Bappeda Iriani Ridwan, an tim 3 dikoordinasi oleh Inspektur Kota Makassar, Zainal Ibrahim. Adapun aspek-aspek yang dinilai dalam perlombaan tersebut ialah keindahan, kebersihan, tema, dan sombere warganya. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada 17 Agustus esok. (RO/S2-25)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More