Dapat Remisi 17 Agustus, 2.220 Warga Binaan Langsung Bebas

Penulis: M. Taufan SP Bustan Pada: Jumat, 17 Agu 2018, 15:26 WIB Politik dan Hukum
Dapat Remisi 17 Agustus, 2.220 Warga Binaan Langsung Bebas

ANTARA FOTO/Reno Esnir

KEMENTERIAN Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum dan HAM) memberikan penghargaan berupa pemotongan masa tahanan kepada 102.976 warga binaan yang telah menjalani pidananya dengan baik pada peringatan 73 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (17/8).

Dari total warga binaan itu, 2.220 di antaranya langsung menghirup udara kebebasan. Sementara, 100.776 narapidana yang mendapatkan remisi umum I harus menjalani sisa pidananya.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan Kemenkum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami, menyebutkan remisi diberikan kepada warga binaan yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif, khususnya mereka yang berkelakuan baik dan aktif mengikuti pembinaan.

“Remisi selayaknya menjadi harapan bagi narapidana sehingga mereka menyadari akan pentingnya menegakkan integritas selama menjalani pidana. Sebaliknya, apabila melakukan pelanggaran, sanksi tegas akan ditegakkan,” terangnya melalui keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, Jakarta.

Sri menegaskan, remisi bukan sekadar pemberian hadiah, namun momentum untuk mengembalikan marwah pemasyarakatan di mana dibutuhkan bukan hanya peran strategis dan integritas narapidana dan petugas pemasyarakan, tetapi juga masyarakat bahwa menegakkan aturan adalah wajib.

“Dan itu sejalan dengana nafas nawacita yang bernafas revolusi mental,” ungkap Sri.

Dia menambahkan, revitalisasi Pemasyarakatan menempatkan penilaian perubahan perilaku menjadi indikator utama dalam proses pemasyarakatan.

“Tujuan utamanya adalah terciptanya pemulihan dan menurunnya angka resedivis,” tandas Sri. (OL-7)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More