Pelarang Pemasangan Bendera Harus Diproses Hukum

Penulis: Putri Rosmalia Octaviyani Pada: Jumat, 17 Agu 2018, 15:08 WIB Politik dan Hukum
Pelarang Pemasangan Bendera Harus Diproses Hukum

Ist

BEREDAR sebuah video yang menunjukan perdebatan antara penghuni dengan pihak yang diduga pengelola Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan pada Kamis (16/8) kemarin.

Video yang berdurasi 2 menit 47 detik itu memperlihatkan seorang perempuan marah-marah dengan membawa bendera merah putih. Perempuan itu menuding pengelola telah menerobos masuk ke huniannya dan mencopot bendera yang ia pasang.

Menanggapi hal itu, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai pelarangan pemasangan bendera merupakan bentuk pelanggaran berat. Menurutnya, pelaku pelarangan harus dikenai sanksi pidana sesuai aturan yang berlaku.

"Pelarangan pengibaran bendera merah putih Itu pelanggaran berat. Kalau benar terjadi menurut saya itu pidana berat," ujar Bamsoet di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (17/8).

Bamsoet mengatakan, pelarangan tersebut merupakan bentuk pengingkaran nasionalisme bangsa Indonesia. Dirinya berharap, bila benar terbukti adanya pelarangan, pihak kepolisian dapat segera bersikap dan turun tangan.

"Saya mendorong pihak kepolisian untuk mengusut dan memeriksa kejadian yang sebenarnya," pungkasnya. (OL-7)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More