Menteri BUMN Tinjau Kondisi Korban KMP Bandeng

Penulis: MICOM Pada: Jumat, 17 Agu 2018, 14:45 WIB Ekonomi
Menteri BUMN Tinjau Kondisi Korban KMP Bandeng

Dok Humas Kementerian BUMN

PASCA insiden karamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Bandeng milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) di perairan Loloda, Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara pada Rabu (15/8) lalu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menunjukan keprihatinannya dengan meninjau langsung kondisi korban yang dievakuasi ke RSUD Chasan Boesoeirie Kota Ternate.

"Saya turut prihatin atas musibah ini. Namun kami juga bersyukur para penumpang dan awak kapal bisa ditemukan cepat dalam kondisi selamat berkat standar keselamatan yang diterapkan pihak ASDP dan kesigapan Basarnas serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelamatan dan evakuasi para korban," kata Rini dalam keterangan tertulisnya yang diterima Media Indonesia, Jumat (17/8).

Pada kesempatan itu, Rini pun mengapresiasi kehandalan ASDP Indonesia Ferry dalam mengedepankan aspek keselamatan penumpang. Bahkan, setiap bulannya manajemen operasional ASDP pun rutin menggelar latihan keselamatan. "Selamatnya seluruh penumpang merupakan bukti bagaimana keselamatan penumpang menjadi prioritas oleh ASDP," ujarnya.

Turut hadir mendampingi Rini, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survey dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo, Staf Khusus III Wianda Pusponegoro, Staf Khusus V Parman Nataatmadja, serta sejumlah Direksi perusahaan ASDP Indonesia Ferry, Telkom, Jasa Raharja, Pelindo IV, Pertamina dan BRI.

Sebagai bentuk apresiasi kepada Basarnas dan para Nelayan yang sudah bekerja keras membantu proses penyelamatan para korban, Rini pun turut menyaksikan penyerahan penghargaan dan bantuan oleh sejumlah BUMN.

Bantuan dimaksud berupa dana pendidikan untuk anak petugas Basarnas (bagi anak tertua di bawah bangku kuliah) yang bertugas pada saat evakuasi dengan nilai total mencapai Rp135 juta dari Jasa Raharja, 1 unit ambulans Basarnas dari Pertamina senilai Rp200 juta, serta tabungan pendidikan anak nelayan dengan total nilai Rp150 juta dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Adapun Telkom dan Pelindo IV juga turut memberikan bantuan 9 unit mesin tempel perahu untuk 3 kelompok Nelayan dengan nilai total bantuan mencapai Rp450 juta. PT Antam juga memberikan bantuan instalasi penerangan jalan di Kampung Baja dengan nilai Rp150 juta.

Tak ketinggalan, ASDP juga turut menyalurkan bantuan 100 life jacket untuk Polisi Air, 50 life jacket untuk Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan, serta bantuan tali kasih bagi 30 penumpang KMP Bandeng dengan nilai total bantuan sebesar Rp82,5 juta.

Standar Keselamatan Kapal ASDP Berjalan Baik

Ira Puspadewi, selaku Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry turut mengapresiasi usaha tim pencarian sehingga hampir seluruh korban bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Tercatat, hingga Jumat (17/8), seluruh penumpang dan awak kapal telah berhasil dievakuasi dengan selamat.
“Alhamdulilah doa kita bersama dikabulkan, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Seluruh korban juga telah 100 persen menggunakan life jacket. Bahkan sebagian besar para korban berada di dalam sekoci penyelamat tertutup seperti tenda yang di dalamnya dilengkapi stok makanan. Artinya aspek SOP kami telah dijalankan dengan baik dan tepat,” ucap Ira. (RO/OL-7)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More