PPP Refleksi 73 Tahun Pembangunan Indonesia

Penulis: M. Taufan SP Bustan Pada: Jumat, 17 Agu 2018, 14:30 WIB Politik dan Hukum
PPP Refleksi 73 Tahun Pembangunan Indonesia

ANTARA FOTO/Idan

DEWAN Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merayakan Kemerdekaan Republik Indonesia dengan refleksi terhadap proses pembangunan, baik dari sisi ekonomi maupun kesejahteraan rakyat yang sudah berjalan selama 73 tahun.

Ketua Umum DPP PPP Muhammad Romahurmuziy menyebutkan, melalui refleksi tersebut, segala kekurangan harus diperbaiki.

“Karena kita ingin meletakkan bangsa ini, sebagai bangsa maju yang unggul dari bangsa-bangsa lain,” terangnya kepada Media Indonesia di Jakarta, Jumat (17/8).

Menurut Rommy sapaan akrabnya itu, Presiden RI Joko Widodo sudah berapa kali menyoal rendahnya ekspor Indonesia di berapa dekade terakhir. Di akhir orde baru, ekspor Indonesia lebih unggul dibadingkan Vietnam dan Malaysia. Namun ketika orde reformasi, yang terjadi malah sebaliknya, keduanya jauh mengungguli Indonesia. Singapura, sambung dia, bahkan sudah jauh melampaui Indonesia.

“Tetapi ketika reformasi Indonesia tidak terlalu banyak bergerak ke atas ekspornya. Sementara negara-negara lain menyalip kita semua. Nah ini yang akan menjadi refleksi PPP,” ungkapnya.

Selain melakukan refleksi dalam memperingati kemerdekaan ini, pihaknya juga melakukan tasyukuran kemerdekaan. Karena bagi PPP, kemerdekaan bukan hanya sekedar perjuangan bangsa Indonesia tetapi juga sebuah rahmat dari Tuhan.

Selain itu, PPP juga melakukan ihtiar untuk menyemarakkan kemerdekaan dengan aneka perlombaan, terutama di cabang PPP. (OL-7)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More