Pemerintah Dapat Bagian 59% Manfaat Finansial Langsung dari Freeport

Penulis: Raja Suhud V.H.M Pada: Jumat, 17 Agu 2018, 14:03 WIB Ekonomi
Pemerintah Dapat Bagian 59% Manfaat Finansial Langsung dari Freeport

ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Pemerintah saat ini baru memiliki sekitar 10% saham di PT Freeport Indonesia (PTFI).

Meski memiliki porsi saham relatif kecil, ternyata pemerintah mendapat manfaat finansial langsung yang lebih besar ketimbang Freeport McMoran sebagai pemegang saham terbesar.

Manfaat finansial langsung bagi Indonesia itu terdiri dari bagian dividen, pajak, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) termasuk royalti. Adapun untuk Freeport hanya berasal dari dividen.

"Pemerintah sejak 25 tahun terakhir mendapat bagian 59% atau sekitar US$17,3 miliar dan FCX hanya 41%," kata Vice President Corporate Communication PTFI Riza Pratama kepada wartawan di Tembagapura, Mimika, Papua Barat, Kamis (16/8).

Adapun untuk jumlah manfaat tidak langsung yang berasal dari pembayaran gaji karyawan, pembelian dalam negeri, pengembangan masyarakat dan lainnya, Indonesia memperoleh nilai lebih dari dua kali lipat yakni US$38,8 miliar.

PTFI juga telah menginvestasikan US$7,7 miliar untuk infrastruktur dan memberikan kontribusi kepada PDB nasional sebesar US$60 miliar sejak 1992.

Riza menambahkan bagian pemerintah akan lebih besar lagi bila akhirnya pemerintah memiliki 51% saham PTFI.

"Ke depannya bisa 75% untuk pemerintah dan 25% ke FCX manfaat finansial langsung yang diterima, " ujarnya.

Bila demikian adanya, divestasi saham Freeport sebesar 51% harus segera dituntaskan agar penerimaan negara meningkat. E-2

Berita Terkini

Read More

Poling

Pada Sabtu (13/4) digelar debat kelima Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Debat ini akan mengangkat tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi serta perdagangan, dan industri. Menurut Anda, siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?






Berita Populer

Read More