Benih Jagung Tatap Pasar Global

Penulis: Andhika Prasetyo Pada: Jumat, 17 Agu 2018, 11:33 WIB Ekonomi
Benih Jagung Tatap Pasar Global

ANTARA

PT Bisi International mulai memantapkan diri sebagai eksportir benih jagung hibrida. Setelah mengekspor 20 ton ke Srilanka pada tahun lalu, tahun ini perseroan mencanangkan target lebih tinggi.

Direktur Utama PT Bisi Internasional, Jemmy Eka Putra, menyampaikan pada 2018 ekspor benih jagung hibrida ditargetkan mencapai 500 ton atau senilai US$1,5 juta dengan Srilanka dan Pakistan menjadi pasar utama. Kemudian, pada tahun berikutnya, diharapkan kinerja ekspor bisa meningkat menjadi 1.000 ton atau senilai US$3 juta.

Manager Pemasaran Wilayah Barat PT Bisi International, Hari Prabowo, mengatakan saat ini pihaknya telah menguasai 49% pasar benih jagung hibrida dalam negeri.

Sementara, sisanya diperebutkan produsen benih lain seperti Pioneer, Syngenta, Asian Hibride dan perusahaan-perusahaan lain termasuk Badan Usaha Milik Negara.

"Kapasitas produksi benih jagung kami mencapai 80 ribu ton tahun dan sebagian besar digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri termasuk Upaya Khusus (Upsus). Sisanya, masuk pasar bebas," ujar Hari melalui keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, Jumat (17/8).

Sejak awal berdiri, Bisi sebagai perusahaan berbasis sains (science-based company) selalu mengedepankan proses riset dalam menghasilkan produk benih yang dirilis.

Setelah melalui proses riset di fasilitas research and development, benih akan diuji multi lokasi di seluruh wilayah pertanian utama di Indonesia. Setelah itu diproduksi secara masal dengan sistem kemitraan bersama para petani lokal.

Dari proses yang panjang ini, benih yang dihasilkan memiliki keunggulan seperti produktivitas tinggi, tahan terhadap serangan hama dan penyakit serta mudah beradaptasi dengan lingkungan.

"Produksi benih jagung hibrida kami sebagian besar berhasil menjadi market leader di Indonesia seperti BISI-18, BISI-2, BISI-816, BISI-228, dan saat ini salah satu unggulan yakni BISI-222 sudah berhasil menembus pasar ekspor," tuturnya.

Ekspor benih jagung hibrida menjadi kebanggaan tersendiri karena selain dapat diterima dengan baik dan sesuai dengan iklim di negara tujuan, Indonesia menjadi salah satu dari tiga negara selain Thailand dan Australia, yang boleh melakukan ekspor benih jagung langsung ke Srilanka.

"Ekspor benih jagung hibrida semakin terasa spesial karena, menjadi salah satu bukti bahwa Indonesia telah berhasil menjadi negara yang mandiri akan benih jagung hibrida. Dukungan pemerintah pun sangat diapresiasi terutama dalam pengurusan dokumen dan penerbitan ijin ekspor yang mudah dan cepat, sehingga sangat membantu produsen benih yang hendak melakukan ekspor," tandas Hari. (OL-7)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More