Buronan Korupsi Dana Desa Ditangkap

Penulis: Kusbandono Pada: Kamis, 16 Agu 2018, 22:25 WIB Nusantara
Buronan Korupsi Dana Desa Ditangkap

POLISI dibantu sejumlah pihak terkait menangkap mantan Kepala Desa Wringintelu Kecamatan Puger berinisial BS. BS ditangkap di rumah rekannya di Desa Tapangrejo, Kecamatan Muncar Banyuwangi.

POLISI dibantu sejumlah pihak terkait menangkap mantan Kepala Desa Wringintelu Kecamatan Puger berinisial BS. BS ditangkap di rumah rekannya di Desa Tapangrejo, Kecamatan Muncar Banyuwangi.

BS merupakan DPO kasus dugaan pengalahgunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Tanah Kas Desa (TKD) yang kabur sejak Oktober 2016 lalu.

Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Erik Pradana mengatakan, Oktober tahun 2016 lalu, Polres Jember menetapkan BS masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), kasus penyalahgunaan ADD dan TKD tahun anggaran 2013, 2014, dan 2015.

"Bulan Juni tahun 2018 lalu, Polres Jember meminta bantuan Divisi Bidang Penindakan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), untuk memantau keberadaan tersangka." kata Erik kepada Medcom.id, Kamis, 16 Agustus 2018.

Erik menjelaskan, dalam waktu dua bulan, pihaknya dan KPK melakukan koordinasi dan supervisi, akhirnya berhasil mendeteksi keberadaan pelaku di Desa Tapangrejo, Kecamatan Muncar Banyuwangi.
Berbekal informasi tersebut, Unit Tipikor Satreskrim Polres Jember, dibantu Polres Banyuwangi, meluncur ke tempat persembunyian pelaku.

"Meski sempat melakukan perlawanan saat hendak ditangkap, akhirnya petugas berhasil menangkap tersangka." jelas Erik.

Erik kembali mengatakan, hingga saat ini pelaku masih diperiksa intensif di Mapolres Jember untuk penyelidikan lebih lanjut. Sesuai perhitungan BPK, kerugian negara akibat penyalahgunaan ADD dan TKD yang dilakukan pelaku mencapai Rp511 juta rupiah.

"Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal dijerat Pasal 2 dan Pasal 3, dan atau Pasal 9 Undang Undang Nomer 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara." pungkas Erik.(medcom/OL-8)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More