Pertumbuhan Indonesia Positif, Risiko Meningkat

Penulis: Fetry Wuryasti Pada: Kamis, 16 Agu 2018, 20:31 WIB Ekonomi
Pertumbuhan Indonesia Positif, Risiko Meningkat

ANTARA/Sigid Kurniawan

MENTERI Keuangan Sri Mulyani menjabarkan postur rancangan APBN 2019 dalam kerangka makro, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebenarnya positif, namun risiko meningkat.

Dari global, pertumbuhan ekonomi AS meningkat. Namun kebijakan yang diambil baik fiskal, perdagangan, dan moneter yang mulai mengetat dan proteksionis. Ini menciptakan eskalasi risiko terhadap perekonomian global.

Dari sisi risiko, beberapa negara emerging market sudah mengalami kondisi yang mendekati krisis, antara lain Argentina, Venezuela dan kini yang sedang menjadi sorotan adalah Turki.

Turki mengalami pelemahan nilai tukar Lira, serta kerentanan mereka terhadap kebutuhan forex untuk menyelesaikan kewajiban-kewajibannya. Adanya risiko global yang tereskalasi, pertumbuhan 2019, yang pemerintah gunakan untuk menjadi dasar  atau basis perhitungan APBN 2019 antara lain dari pertumbuhan ekonomi 5,3%.

Faktor pendukungnya,kata Sri Mulyani, diasumsikan konsumsi yang menyumbang 56% dari total PDB masih akan  tetap terjaga, konsisten dengan inflasi dan daya beli yang tetap terjaga.

"Kedua, momentum investasi sudah meningkat. Meski kami melihat risiko downsidenya menjadi besar. Apalagi dengan tingkat buna meningkat, likuiditas semakin ketat, dan juga harga komoditas yang cukup bergejolak. Walaupun saat ini harga komoditas merupakan faktor yang positif," ujarnya dalam konferensi pers Rancangan APBN 2019, di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (16/8).

Langkah pemerintah untuk menjaga stabilisasi, bisa saja agar mengekang pertumbuhan yang sedang mengalami momentum yang menguat.

"Dilihat dari kredit perbankan dan capital market sebelum ini dan dari sisi investasi pemerintah, kami melihat swing investasi sudah cukup besar,"

Untuk ekspor dan impor diasumsikan pertumbuhannya 6,6% dan 7,4% . Ini relatif relatif leboh lemah karena ada proyeksi terhadap  risiko-risiko. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More