Menkeu: Ekspor-Impor Jadi Tantangan Pertumbuhan 2019

Penulis: Antara Pada: Kamis, 16 Agu 2018, 21:55 WIB Ekonomi
Menkeu: Ekspor-Impor Jadi Tantangan Pertumbuhan 2019

MI/Susanto

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, sektor ekspor maupun impor menjadi tantangan pencapaian target pertumbuhan sebesar 5,3% yang diasumsikan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019.

"Tantangannya ekspor yang konservatif dan impor yang cukup kecil, meski dulu trennya 'double digit'," kata Sri Mulyani dalam jumpa pers Nota Keuangan dan RAPBN 2019 di Jakarta, Kamis.

Sri Mulyani menjelaskan kinerja ekspor yang diperkirakan tumbuh 6,3 persen dan impor yang tumbuh 7,1% pada 2019 dapat terdampak oleh risiko
perang dagang yang terjadi diantara negara-negara maju.

Untuk mengatasi dampak perang dagang tersebut, dibutuhkan langkah strategis untuk memperbaiki struktur neraca transaksi berjalan dan neraca perdagangan Indonesia yang saat ini mengalami defisit.

Berbagai langkah tersebut antara lain pengembangan industri hulu yang akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku. Selain itu, terdapat upaya perbaikan iklim investasi, khususnya yang berorientasi ekspor dan daya saing untuk perbaikan struktural pada transaksi berjalan.

Sri Mulyani mengharapkan pertumbuhan ekonomi pada 2019 masih didukung oleh kinerja konsumsi rumah tangga yang diperkirakan tumbuh 5,1% dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh 7,0%.

"Kita akan menjaga konsumsi diatas lima persen dan investasi untuk tumbuh tujuh persen," ujarnya.

Upaya untuk menjaga kinerja konsumsi rumah tangga adalah dengan menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan laju inflasi yang pada 2019 diproyeksikan sebesar 3,5%.

Upaya untuk mendorong kinerja investasi adalah dengan mempermudah perizinan berusaha dan memberikan insentif perpajakan. Selain itu, keterlibatan swasta harus dilakukan melalui penguatan dan pendalaman pasar keuangan seperti adanya pengayaan alternatif sumber dan model pendanaan investasi.

Terakhir, pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas dalam mendorong perekonomian dalam jangka pendek maupun panjang. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

BEBERAPA waktu lalu, nama Bung Hatta kembali ramai dibicarakan publik. Berawal dari pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar, di sebuah video yang mengatakan kalau cawapresnya, Sandiaga Uno adalah sosok baru dari Bung Hatta. Hal itu langsung menuai keberatan dari cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta. Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandiaga juga sempat menyandingkan nama pahlawan seperti Cut Nyak Dien dan Kartini dengan Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman. Setujukah Anda apabila pahlawan dijadikan komoditas politik guna meraih simpati masyarakat?





Berita Populer

Read More