Ngaku Cinta Laut? Yuk, Gabung Pandu Laut Nusantara!

Penulis: Ths/E-3 Pada: Kamis, 16 Agu 2018, 20:20 WIB Humaniora
Ngaku Cinta Laut? Yuk, Gabung Pandu Laut Nusantara!

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyematkan syal kepada musisi grup band Slank Kaka (kanan) saat meresmikan Pandu Laut Nusantara di kawasan Bundaran HI, Jakarta--ANTARA

DALAM rangka memeriahkan peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama dengan organisasi Pandu Laut Nusantara akan melakukan aksi nasional bersih-bersih pantai di 73 titik perairan di Indonesia secara serentak pada 19 Agustus 2018.

Hal ini disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam konferensi pers bersama aktivis Pandu Laut Nusantara di Kantor KKP, Jakarta Pusat, Senin (13/8). Untuk itu, Menteri Susi mengimbau masyarakat Indonesia turut serta dalam aksi nasional bertema Menghadap Laut sebagai bentuk kecintaan dan loyalitas terhadap Negara Kesatuan
Republik Indonesia. Kegiatan Menghadap Laut rencananya dimulai serentak pada pukul 15.00 (WIT)-14.00 (WITA)- 13.00 (WIB) di titik-titik yang tersebar dari Aceh hingga Papua.

Beberapa waktu lalu, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama NGO Peduli Laut dan Hutan Eco Nusa, Kaka ‘Slank',  Ridho ‘Slank’, dan sederet tokoh lain mendeklarasikan hadirnya komunitas Pandu Laut Nusantara bertempat di area car free day Jalan MH Thamrin, Jakarta. Dengan diinisiasi Susi Pujiastuti, Pandu Laut Nusantara merupakan gerakan yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk makin mencintai laut Indonesia karena masa depan bangsa ini ialah lautannya.

“Pandu Laut Nusantara merupakan inisiatif saya pribadi untuk memanggil anak bangsa bergandengan tangan menghadap laut dan bersatu mencintai, menjaga, serta merawat laut Nusantara.  Kita harus bisa mengelola harta karun masa depan kita untuk anak cucu dan bangsa Indonesia,” kata Susi saat mendeklarasikan Pandu Laut Nusantara, Minggu (15/7).

Susi juga menegaskan laut sebagai kebanggaan bangsa Indonesia merupakan tanggung jawab semua pihak sehingga bukan hanya pemerintah atau organisasi pecinta laut yang dihadapkan pada permasalahannya.

“Tentu saja, masalah laut dimaksud tidak hanya berhenti setelah kita berupaya mengatasi penangkapan ilegal dengan penegakan hukum. Lebih dari itu, sektor perikanan dan kelautan masih harus terus ditingkatkan tata kelolanya, misalnya sampah terutama plastik serta hampir 35% karang Indonesia yang rusak. Ini harus menjadi perhatian masyarakat,” kata Susi.

Direktur Eco Nusa Melda Wita Sitompul sebagai salah satu inisiator Pandu Laut Nusantara menambahkan Pandu Laut Nusantara ialah komunitas terbuka dan independen yang diinisiasi secara pribadi di Pangandaran oleh Menteri Susi Pudjiastuti bersama Bramantyo Satyamurti Poerwadi, Akhadi Wira Satriaji (Kaka ‘Slank’), Mohammad Ridwan Hafi edz
(Ridho ‘Slank’), Aprika Rani Hernanda, Ony Serodja Hafiedz, dan Bustar Maitar.

“Intinya, bagaimana gerakan ini menggugah masyarakat untuk memiliki kesadaran yang sama bahwa laut harus kita jaga, mulai dari hal kecil misalnya tidak membuang sampah di laut terutama sampah plastik. Ini penting mengingat kita ialah negara penghasil sampah plastik terbesar kedua setelah Tiongkok, dan ini harus jadi perhatian kita bersama,” kata
Melda.

Pandu Laut Nusantara akan melakukan bersihbersih sampah di laut secara serentak pada 19 Agustus 2018. Masyarakat diimbau untuk turut berpartisipasi. Menurut Melda, gerakan
masyarakat yang efektif harus dibangun bersama dan tidak bisa bergantung pada satu pihak saja. Karena itu, Eco Nusa dengan kampanye Harmoni Laut mendukung Pandu Laut Nusantara sebagai tindak lanjut kepedulian masyarakat umum terhadap laut.

“Gerakan Harmoni Laut ingin mendorong kita semua untuk berdamai dengan alam khususnya laut, mengelola dan menjaga masa depan bangsa Indonesia ini,” ucap Melda.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More