Pemeran The Wasp Tak Berminat Main di Film Solo The Wasp

Penulis: Purba Wirastama Pada: Jumat, 17 Agu 2018, 04:40 WIB Hiburan
Pemeran The Wasp Tak Berminat Main di Film Solo The Wasp

The Wasp (Foto: Marvel Studios)

EVANGELINE Lilly adalah pemain wanita pertama yang mendapat peran utama dalam salah satu film waralaba Marvel Cinematic Universe. Dia memerankan Wasp, rekan Ant-Man yang punya kemampuan mengecilkan tubuh.

Kendati begitu, Lilly mengaku tidak berminat dengan ide seandainya tokoh Wasp dibuatkan film solo atau terpisah. Seperti dilaporkan AceShowbiz, hal itu diungkap Lilly dalam acara Fan Expo Boston baru-baru ini.

"Aku suka MCU (Marvel Cinematic Universe) dan aku suka tetap di sini. Namun sebenarnya, aku tak suka ide tentang film terpisah tentang Wasp karena Ant-Man dan Wasp, sejak sangat awal ada di buku komik, selalu satu tim," kata Lilly.

"Dan betul, mereka satu-satunya tim yang paling cocok dan tepat di MCU, yang lainnya kebanyakan berisi terlalu banyak individu. Aku suka aspek timnya dan suka menonton pertukaran antara Wasp dengan Ant-Man dan Ant-Man dengan Wasp. Bagiku, itu adalah bagian paling menyenangkan dalam film," lanjutnya.

Lilly memang tak suka Wasp dipisahkan dengan Ant-Man, yang diperankan Paul Rudd. Namun jika suatu saat Marvel Studios membuat film Avengers yang semua tokoh utamanya adalah wanita, dia bersedia bergabung.

"Aku tidak suka dengan ide untuk memecah mereka, kecuali jika ada film Avengers dengan semua tokoh perempuan. Aku bakal ikut," ujarnya.

Lilly adalah aktris kelahiran Kanada 1979. Dia telah bemain film dan televisi sejak awal 2000-an. Beberapa filmnya antara lain The Hurt Locker, Real Steel, dan The Hobbit: The Desolation of Smaug.

Dia muncul sebagai Hope van Dyne alias Wasp dalam dua film Marvel, yaitu Ant-Man (2015) dan Ant-Man and the Wasp (2018). Film kedua ini dirilis di bioskop puluhan negara pada awal Juli 2018 dan telah meraup pemasukan kotor USD450 juta atau sekitar Rp6,57 triliun.
(medcom/OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More