Sumur Imbuhan Cara Pemkot Depok Tangkal Kekeringan

Penulis: Octavianus Dwi Sutrisno Pada: Jumat, 17 Agu 2018, 02:30 WIB Megapolitan
Sumur Imbuhan Cara Pemkot Depok Tangkal Kekeringan

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

PEMERINTAH Kota Depok, Jawa Barat, belum mendapatkan laporan kekeringan. Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok Citra Indah Yulianti mengatakan kondisi masih aman dari kekeringan.

Citra menuturkan, untuk mengantisipasi masalah kekeringan yang mungkin terjadi pihaknya telah membuat sejumlah sumur imbuhan di beberapa Kecamatan Kota Depok seperti Tapos, Cilodong, Cipayung, Sawangan dan Bojongsari.

"Antisipasi jangka panjang kita sudah buat sumur imbuhan, selain itu ada juga sumur resapan dan Biopori bekerjasama dengan DLHK," tuturnya.

Selanjutnya, melihat cuaca tidak menentu yaitu hujan lebat yang sering datang tiba - tiba pihaknya juga mengaku telah melakukan upaya.

"Kalau saat ini, Satgas membantu membersihkan saluran drainase untuk antisipasi banjir," katanya.

Sementara itu Hendra salah satu anggota Tagana Dinas Sosial Kota Depok membenarkan untuk masalah kekeringan di wilayah Kota Depok diakuinya belum ada laporan dari masyarakat.

"Saat ini, memang belum ada laporan soal kekeringan tapi beberapa wilayah di luar Depok yaitu Kabupaten Bogor seperti, Parung, Jampang itu sudah mulai ada informasi mengenai kekeringan," tandasnya.

Hendra menyatakan, untuk kekeringan pihaknya selalu berkoordinasi dengan PDAM. "Karena ini kan hubungannya dengan masalah kekurangan air, biasanya kita koordinasi dengan PDAM mereka akan turun dengan tangki - tangki air berkapasitas besar lalu menyuplai ke masyarakat yang mengalami kekeringan," pungkasnya.(medcom/OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More