Usai Minta Restu JK, Prabowo-Sandi Akan Silaturahmi dengan Jokowi

Penulis: Nurjiyanto Pada: Rabu, 15 Agu 2018, 22:56 WIB Politik dan Hukum
Usai Minta Restu JK, Prabowo-Sandi Akan Silaturahmi dengan Jokowi

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

BAKAL Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Rumah Dinas Wakil Presiden, Jalan Dipenogoro, Jakarta, Rabu (15/8). Kedatangan tersebut diakui Prabowo untuk meminta restu terkait pencalonanya sebagai kontestan capres-cawapres dalam pemilu 2019. Pertemuan tersebut berlangung sekitar 1 jam.

Diakuinya, meski sempat 2 kali menjalin rivalitas dalam pemilu capres-cawaperes dengan JK, kondisi tersebut tidak membuat suasana kekeluargaan serta persahabatan hilang. Ia mengaku hal tersebut sebagai bentuk kedewasaan dalam berdemokrasi.

"Jadi hari ini saya dan Pak Sandiaga yang sudah mendaftar sebagai capres-cawapres dalam pemilu mendatang sesuai adat istiadat kita yang muda harus datang kepada yang senior untuk sowan, mohon restu kita akan laksanakan suatu pekerjaan untuk rakyat," ujarnya di Rumah Dinas Wakil Presiden, Jalan Dipenogoro, Jakarta, Rabu (15/8).

Selain berkunjung ke JK, dirinya mengaku akan juga menemui Presiden Joko Widodo untuk melakukan silahturahmi. Ia merencanakan pertemuan tersebut akan berlangsung setelah tanggal 17 Agustus, namun ia enggan menerangkan tanggal pastinya.

"Jadi demikian saya juga pada saatnya akan minta waktu ke Pak Jokowi untuk bertemu. Kita ingin tetap melaksanakan demokrasi yang dewasa, baik, dan santun. (Sudah diagendakan kapan bertemu Jokowi?) Mungkin nanti sesudah 17 Agustus ya," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan dalam pertemuan tersebut dibicarakan mengenai pemilu yang baik dan demokratis. Dirinya pun mengatakan posisinya sebagai Wapres harus berada dikedua belah pihak.

"Jadi tadi kita berbicara bagaimana pemilu yang baik dan demokratis. Apalagi saya sebagai Wakil Presiden harus adil tidak bisa berpihak pada salah satu. Sebagai polititisi bisa saja kita memihak tapi sebagai Wapres tidak bisa memihak," ungkapnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More