RI-Jerman Jalin Kerja Sama Vokasi

Penulis: (Pra/E-2) Pada: Kamis, 16 Agu 2018, 02:45 WIB Ekonomi
RI-Jerman Jalin Kerja Sama Vokasi

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

PEMERINTAH Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan memulai kerja sama dengan pemerintah Jerman dalam bidang pendidikan dan pelatihan vokasi. Kerja sama itu bertujuan meningkatkan kompetensi pekerja Indonesia sehingga meningkatkan kualitas mereka.

Dalam pertemuannya dengan Duta Besar Jerman untuk Indonesia Michael Freiherr von Ungern-Sternberg di Kantor Kemenaker, Jakarta, kemarin, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengungkapkan kedua pihak tengah mematangkan konsep kerja sama yang terdiri dari pembiayaan peningkatan keterampilan dan skema tunjangan bagi pekerja korban pemutusan hubungan kerja (unemployment benefit).

"Akan ada tim dari Jerman untuk mengukur kebutuhan yang menjadi prioritas dalam kerja sama pendidikan dan pelatihan vokasi. Kami akan berdialog lebih jauh dengan pemerintah Jerman serta kementerian terkait lainnya. Kita juga melibatkan dukungan Komite Vokasi Nasional dalam kerja sama ini," ujar Hanif.

Kerja sama antara Indonesia dan Jerman, ucap Hanif, sedianya telah lama terjalin, tidak terke-cuali dalam sektor sumber daya manusia. Sebelumnya, juga telah dilakukan kemitraan dalam pembuatan kurikulum pelatihan dan training of trainers (ToT) untuk vokasi.

"Jerman merupakan partner stra-tegis bagi Indonesia dalam mengembangkan sistem pelatihan vokasi. Ini merupakan keuntungan karena Jerman dinilai telah berhasil dalam membangun sistem pelatihan vokasi melalui skema investasi SDM," terangnya.

Dikatakan Menaker, kerja sama ini tidak hanya untuk balai latihan kerja (BLK), tapi juga untuk membantu lembaga atau siapa saja yang memerlukan peningkatan keterampilan."Nanti BLK kita akan berperan pastinya, sebagai tempat pelatihan."

Indonesia, lanjut Hanif, masih perlu membangun ekosistem serta kesadaran masyarakat sehingga program-program pelatihan vokasi dapat terus berkembang di masa mendatang.

Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo dalam pidatonya menginginkan agar arah pembangunan tahun ini lebih difokuskan untuk meningkatkan kualitas SDM. Jokowi mengungkapkan jumlah penduduk Indonesia ada 250 juta. Sebanyak 60% di antaranya anak-anak muda.

Oleh karena itu, bonus demografi ini harus digunakan sebagai kekuatan dan peluang melalui pendidikan dan pelatihan vokasi yang sudah mulai dijalankan sejak 2017.

"Kita harus terus memperbaiki piramida kualifikasi tenaga kerja kita agar menjadi tenaga kerja yang terlatih, terampil agar terserap semuanya ke dalam industri-industri kita," kata Kepala Negara.

Menaker mengakui rendahnya kualitas tenaga kerja Indonesia. Oleh karena itu, pihaknya akan terus memberikan perhatian pada peningkatan dan perbaikan kualifikasi mereka agar menjadi tenaga yang terlatih dan terampil sehingga mampu terserap semuanya oleh industri.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More