Bangun Embung Solusi Kekeringan

Penulis: Faishol Taselan Pada: Kamis, 16 Agu 2018, 01:15 WIB Nusantara
Bangun Embung Solusi Kekeringan

ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) mengatasi kekeringan dengan membangun waduk atau embung di sejumlah daerah.

“Selama ini hanya drop air bersih di sejumlah wilayah yang justru tidak menyelesaikan masalah. Buatkan waduk atau embung,” kata anggota Komisi D DPRD Jatim, Hadinuddin, di Surabaya, Rabu (15/8).

Menurutnya, bantuan drop air bersih lewat mobil di sejumlah wilayah tidak bisa menyelesaikan masalah kekeringan di Jatim sebab masalah kekeringan juga menjangkau lahan persawahan. Turunnya produksi pertanian bisa memicu kemiskinan pada petani.
“Seharusnya bantuan kekeringan bersifat lama dan tidak parsial sebab kekeringan menjadi bencana tahunan. Apalagi bantuan air bersih lebih mahal ketimbang membuat embung,” ujarnya.

Dorongan pembuatan embung juga disampaikan DPRD Purbalingga, Jawa Tengah. Ketua DPRD Purbalingga, Tongat meminta pemkab setempat memikirkan solusi permanen menghadapi kekeringan yang selalu datang setiap tahun. Selain itu, DPRD Purba-lingga juga mengusulkan adanya program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat.

Sementara itu, di sejumlah daerah, krisis air bersih masih belum bisa diatasi. Di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, mengalami krisis air bersih. Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa, diprediksi dua bulan ke depan Kota Pangkalpinang akan mengalami krisis air bersih terparah jika dibandingkan dengan daerah lain. “Sebab banyak daerah resapan air hilang karena laju pembangunan di ibu kota provinsi itu,” kata Mikron.  

Dari Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, BPBD setempat masih mendistribusikan air bersih untuk kepala keluarga di 220 desa yang tersebar di 27 kecamatan. Kekeringan melanda kabupaten dan Kota Tasikmalaya sejak tiga bulan lalu.
Sama halnya di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah sebanyak 27.368 kepala keluarga atau 94.911 jiwa di wilayah itu terdampak kekeringan. Mereka tersebar di 7 kecamatan dan 25 desa.

Stok beras aman
Musim kemarau ini belum meme-ngaruhi­ stok beras di gudang Bulog. Seperti di gudang Bulog Subdivre Ciamis, Jawa Barat, sampai sekarang masih melakukan penyerapan gabah kering panen di wilayah Priangan Timur. Kebutuhan beras untuk masyarakat selama tiga bulan ke depan, yakni sekitar 12 ribu ton dalam keadaan aman.

“Bulog masih melakukan penyerapan gabah kering panen dari Kabupaten Ciamis, Tasikmalaya, Garut, dan Pangandaran. Penyerapan secara bertahap. Rata-rata 20 ton hingga 30 ton sehari,” kata Kepala Perum Bulog Subdivre Ciamis, Muhammad Syaukani.
Masih terkait dengan ketahanan pangan, para petani di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung Barat terpaksa menyedot air sungai untuk menyelamatkan tanaman padi.  

Sejak dua bulan lalu, para petani kesulitan mendapatkan air irigasi. Mereka terpaksa memanfaatkan air sungai agar tanamannya tidak mati dengan bantuan mesin penyedot air yang dilakukan setiap hari.

Dengan bantuan alat sedot, petani harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli mesin pompa dan menyediakan bahan bakar solar sampai 4 liter selama setengah hari. (AD/DG/JS/LD/RF/N-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More