Penyidik KPK Ditangkap Setelah Gasak Rp36 Juta

Penulis: Agus Utantoro Pada: Rabu, 15 Agu 2018, 16:15 WIB Nusantara
Penyidik KPK Ditangkap Setelah Gasak Rp36 Juta

MI/Agus Utantoro

POLRES Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menangkap Rusdianto, 40, warga Bantul yang mengaku sebagai penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam menjalankan aksinya, Rusdianto selalu menunjukkan lencana KPK sebagaimana petugas resmi.

Kapolres Bantul AKB Sahad Hasibuan, Rabu (15/8), mengatakan, penangkapan ini atas laporan kelompok peternak sapi ke Polsek Bambanglipuro, Bantul.

Kapolsek mengatakan, dalam aksi di wilayah Sedayu, Bantu, Risdianto  berhasil menggasak uang senilai Rp36 juta milik kelompok peternak sapi di Kecamatan Sedayu.

Sahad mengatakan dalam kasus penipuan terhadap kelompok peternak sapi di Kecamatan Sedayu. Modusnya, pelaku mendatangi kelompok peternak dan melakukan investigasi dan menegaskan, jika KPK telah menemukan bukti adanya dugaan penyelewengan.

“Kemudian pelaku minta kelompok peternak sapi di Sedayu untuk bertemu di kantor perwakilan KPK yang ada di Dusun Pedes tak jauh dari Polsek Sedayu. Dalam pertemuan itu pelaku minta uang Rp 36 juta agar kasus tidak diproses lebih lanjut,” kata Kapolres.

Aksi penipuan di kelompok peternak sapi di Kecamatan Sedayu dilakukan berdua pelaku, Risdianto dan teman pelaku yang kini masih buron. 

“Aksi yang berjalan mulus itu kemudian berlanjut di kelompok peternak sapi di Kecamatan Bambanglipuro,” kata Kapolres.

Namun pelaku apes saat melakukan aksi yang kedua kalinya dengan mendatangi kelompok peternak sapi di Kecamatan Sedayu yang curiga dengan aksi pelaku dan melaporkan kepada Polsek Bambanglipuro pada Selasa (14/8).

“Pelaku apes karena peternak tidak percaya dan menangkap pelaku dan melaporkan ke Polsek Bambanglipuro yang langsung mengamankan pelaku,” ujarnya.

Kapolres Bantul, AKBP Sahad Hasibuan mengatakan saat diamankan oleh penyidik, selanjutnya pihak penyidik berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan yang memastikan bahwa ada korban lain sebelum pelaku melakukan aksi penipuan di kelompok peternak sapi di Kecamatan Bambanglipuro.

“Saya minta korban yaitu kelompok peternak sapi di Kecamatan Sedayu melapor dan akhirnya kasus itu kita proses hukum,” katanya di Mapolres Bantul.

Sahad mengatakan untuk memastikan pelaku adalah anggota KPK gadungan maka akan berkoordinasi dengan KPK untuk kebenaran identitas namun dari aksinya pelaku tak mungkin anggota KPK.

Dikatakan, terhadap kelakuan Risdianto, polisi mengancam dengan pasal 378 tentang penipuan yang memberikan ancaman pidana paling lama empat tahun kurungan.

Sahad menambahkan masih melakukan pendalaman terhadap pelaku hingga mendapatkan data kelompok peternak yang mendapatkan bantuan sapi, juga pengakuan pelaku yang hingga saat ini masih mantan menjadi anggota KPK.

"Kami masih terus mendalami kasus ini. Kok bisa pelaku dapat data kelompok peternak yang mendapatkan hibah atau bantuan sapi serta cara membuat atau mendapatkan id card KPK serta lencana KPK,” katanya. (OL-3)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More