Pengedar 500 Butir Ekstasi Dibekuk Polisi

Penulis: Arnoldus Dhae Pada: Rabu, 15 Agu 2018, 13:05 WIB Nusantara
Pengedar 500 Butir Ekstasi Dibekuk Polisi

ANTARA FOTO/Reno Esnir

DUA kali mendekam di Lapas, tidak membuat I Wayan Nuryanta, 38, insaf. Resisivis kasus narkoba ini kembali menjadi pengedar narkoba jenis ganja, ekstasi dan sabu. 

Sebanyak empat paket ganja dengan berat keseluruhan 1.739,03 gram, 25 paket sabu dengan berat total 48,23 gram dan 16 butir ekstasi diamankan dari dalam rumahnya di Jalan Tanah Sampi Gang Persawahan Asri, Banjar Beluran Kerobokan, Kuta Utara, Kabupaten Badung pada Jumat (10/8) pukul 13.00 Wita lalu. 

"Ekstasi sebenarnya ada 500 butir saat ia mengambil paket tiga hari sebelumnya. Tapi sebagian sudah laku terjual dan hanya sisa 16 butir ini. Termasuk sabu juga sebagian sudah terjual, sedangkan, ganja masih utuh karena baru diambil sehari sebelumnya," ungkap Kapolres Badung AKBP Yudith S. Hananta didampingi Kasat Narkoba AKP Joko Hariadi di Mapolres Badung, Bali, Rabu (15/8).

Penangkapan tersangka ini berkat adanya informasi dari masyarakat bahwa ada seseorang yang sering mengedarkan narkoba di kawasan Kerobokan. Informasi itu ditindaklanjuti oleh petugas dengan melakukan penyelidikan dan berhasil mengantongi identitas dan tempat tinggal tersangka kemudian dilakukan penggerebekan. 

"Anggota tunggu dari pagi di depan rumahnya dan saat siang hari pintu gerbang rumahnya dibuka, anggota langsung masuk melakukan penangkapan dan penggeledahan. Barang bukti sebanyak ini ditemukan di lantai sebuah kamar dalam rumahnya," paparnya.

Kepada petugas, tukang bangunan ini mengaku barang bukti sebanyak itu milik rekannya berinisial N yang berada di wilayah Jawa Timur (Jatim). N sendiri adalah mantan napi narkoba yang dikenal saat sama-sama berada di dalam Lapas Kelas IIA Denpasar di Kerobokan. 

"Jadi, N ini yang mengendalikan dari luar Bali. Barangnya diambil oleh tersangka ini dengan modus tempelan dalam bentuk kardus dan ini merupakan pengiriman yang ketiga sejak memulai jadi pengedar dari sebulan yang lalu," terang Yudith.

Barang bukti dalam bentuk paket itu kemudian dipecah-pecahkan oleh tersangka dalam bentuk paket-paket kecil. Ia kemudian melakukan tempelan sesuai perintah atau pengunjuk dari N via telepon. 

"Tersangka ini sebagai peluncur. Karena dia adalah seorang pecandu, sehingga upah untuk melakukan tempelan dibayar dengan satu paket sabu seberat satu gram," urainya. 

Masih pada hari yang sama, polisi juga meringkus seorang residivis kasus narkoba bernama I Ketut Arya Wijaya, 47, di seputaran Jalan LBC Sunset Road, Banjar Gelogor Kuta, Kabupaten Badung pukul 15.30 Wita. Dari tangannya, petugas mengamankan barang bukti tiga paket sabu seberat 2,09 gram. 

"Tersangka ini juga residivis kasus narkoba tetapi mereka beda jaringan. Keduanya tidak saling kenal dan hanya kebetulan ditangkapnya dalam sehari dan waktunya berdekatan," tutur perwira dengan pangkat dua melati di pundaknya ini. 

Selain kedua residivis, polisi juga meringkus dua orang tersangka narkoba lainnya, yaitu Slamet Budiono, 32, dan Muhammad Faisol, 22. Budiono yang ditangkap di seputaran Jalan Wayan Gentuh Banjar Kwanji Dalung, Kuta Utara, Sabtu (4/8) jam 19.20 Wita ini, petugas mengamankan barang bukti 11 paket sabu dengan berat total 9,49 gram. 

Sementara dari Faisol yang dibekuk pada keesokan harinya wilayah Banjar Umasari Kerobokan, Kuta Utara ini, petugas mengamankan sabu seberat 0,61 gram. 

"Mereka ini juga beda jaringan. Bahkan, tersangka Faisol adalah pemakai, sedangkan Budiono adalah pengedar. Saat ini masih kami kembangkan lebih untuk mencari para bandarnya terkait asal usul barang bukti ini," pungkasnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More