Menyelaraskan Pengembangan SDM di Daerah

Penulis: (Pra/E-3) Pada: Kamis, 16 Agu 2018, 02:20 WIB Ekonomi
Menyelaraskan Pengembangan SDM di Daerah

ANTARA/AJI STYAWAN

KEBIJAKAN untuk menciptakan lapangan kerja di berbagai daerah harus diselaraskan dengan program pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang terdapat di daerah tersebut.

“Pemerintah tidak cukup hanya menciptakan lapangan-lapangan kerja baru. Pemerintah juga harus fokus kepada para calon tenaga kerja yang akan mengisi lapangan kerja baru itu,” kata Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Imelda Freddy, di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut dia, kalau tenaga kerja Indonesia tidak dipersiapkan dengan baik, tidak tertutup kemungkinan nantinya lapangan kerja di Indonesia akan diisi oleh banyak tenaga kerja asing.

Karena itu, ujar dia, hal ini harus jadi motivasi untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia. Untuk itu, lanjutnya, kerja sama antara instansi pemerintah harus diperkuat melalui program-program yang bertujuan meningkatkan kapasitas guru dan siswa di sekolah.

“Penciptaan lapangan kerja jangan hanya dilakukan di hilir saja tapi juga harus memperbaiki hulunya,” ucapnya seperti dikutip dari Antara.

Imelda juga menuturkan pemerintah harus cermat dalam melihat peluang industri dalam kaitannya untuk menciptakan lapangan kerja sehingga kalau ada potensi pada suatu industri tertentu, pemerintah sebaiknya langsung memberikan dukungan dalam bentuk bantuan permodalan atau pembangunan infrastruktur yang mendukung tumbuhnya industri tersebut.

Ia memaparkan pengamatan peluang industri ini tidak bisa dilepaskan dari peran pemerintah daerah yang diharapkan bisa memetakan potensi-potensi pengembangan industri di daerahnya agar bantuan bisa diterima oleh industri yang berkembang serta mampu menyediakan lapangan kerja bagi orang banyak.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan  Hanif Dhakiri optimistis mampu melampaui target membuka lapangan kerja baru sebanyak dua juta tenaga kerja per tahun sehingga selama kurun tiga tahun terakhir (2015-2017), pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla mampu membuka 8.004.673 lapangan pekerjaan baru.

Dengan demikian, lanjutnya, target pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla untuk membuka 10 juta lapangan kerja baru secara bertahap selama lima tahun bakal terpenuhi.

“Pada 2018 kita proyeksikan sekitar 2,8 juta lapangan kerja baru akan tercipta. Saat ini sudah ada 10 juta lebih tenaga kerja yang terserap. Artinya ada sekitar dua juta lebih tenaga kerja yang terserap setiap tahunnya,” kata Hanif. (Pra/E-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More