Pemerintah Beri Apresiasi Kepada Masyarakat Peduli Api

Penulis: Micom Pada: Rabu, 15 Agu 2018, 06:00 WIB Media Karhutla
Pemerintah Beri Apresiasi Kepada Masyarakat Peduli Api

Foto: KLKH

DIREKTUR  Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Raffles B Panjaitan menyatakan keterlibatan Masyarakat Peduli Api (MPA) dalam pe­ngendalian kebakaran hutan dan lahan ini mendapatkan apresiasi dari Pemerintah, KLHK khususnya.

Apresiasi diberikan melalui pemberian Apresiasi Wana Lestari yang diberikan setiap tahun kepada pemenang penilaian Wana Lestari. Penghargaan Apresiasi Wana Lestari ini meliputi lima kategori, yaitu Polisi Kehutanan (polhut), Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan Pengelola Hutan Adat.

MPA dibentuk oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan  Kehutanan (KLHK) untuk memperkuat kemandirian dan kapasitas masyarakat dalam mendukung upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Indonesia melalui  Peraturan Direktur Jenderal Pengendalian perubahan Iklim Nomor P.3/Ppt/SET/KUM.1/1/2018.

Pada 2018, sampai dengan Juli pembentukan MPA telah dilaksanakan di 56 desa dengan jumlah personel 1.680 ­orang. Sedangkan total anggota MPA telah dibentuk sampai dengan saat ini 704 regu dengan jumlah anggota 10.569 orang yang tersebar di provinsi-provinsi di Indonesia.

“Apresiasi Wana Lestari bidang pengendalian kebakaran hutan dan lahan diberikan khusus kepada MPA yang telah berperan aktif sebagai anggota MPA minimal dua tahun dan memenuhi berbagai kriteria penilaian. Penilaian dilakukan secara bertahap dari tingkat daerah, provinsi hingga seleksi akhir yang dilakukan di pusat”, jelas Raffles.

Seleksi penerima apresiasi Wana Lestari kategori MPA sebelumnya dilaksanakan di tingkat Daerah Operasional yang menjadi wilayah kerja Manggala Agni, selanjutnya akan mengikuti seleksi tingkat provinsi yang dilakukan di tingkat Unit Pelaksana Teknis (UPT) dalam hal ini Balai Pe­ngendalian Perubahan Iklim dan Karhutla (BPPIKHL). Untuk selanjutnya, personel MPA akan mengikuti seleksi tingkat pusat di KLHK. Penilaian akhir dilakukan oleh tim Penilai Pusat. Hasil seleksi kemudian diusulkan kepada Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim untuk ditetapkan sebagai Penerima Apresiasi Wana Lestari bagi Personel Masyarakat Peduli Api.

“Hal ini tentu menjadi pendorong dan penyemangat bagi MPA untuk selalu berperan aktif melakukan upaya-upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan dalam kehidupan di daerah tempat tinggalnya”, tandas Raffles.

Pada 2018, telah dilakukan penilaian Wana Lestari kepada MPA yang berasal dari beberapa provinsi rawan karhutla. Penilaian yang dilakukan sejak Juli lalu telah memilih M Zainudin (Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan), Meseno (Desa Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan), dan Setepanus (Desa Kasiwuntu, Provinsi Sulawesi Selatan) menjadi pemenang penghargaan Wana Lestari untuk kategori MPA.

Apresiasi Wana Lestari diberikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada acara Temu Karya Pemenang Lomba dan Apresiasi Wana Lestari 2018 pada 16 Agustus 2018 di Jakarta. (S1-25)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More