Tim Olimpiade Geografi Indonesia Masuk Peringkat 9 Dunia

Penulis: Syarief Oebaidillah Pada: Senin, 13 Agu 2018, 22:35 WIB Humaniora
Tim Olimpiade Geografi Indonesia Masuk Peringkat 9 Dunia

Ist

PELAJAR Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam Olimpiade Sains Internasional. Kini, giliran Tim Olimpiade Geografi yang sukses meraih empat medali, yakni dua medali perak dan dua perunggu pada 15th International Geography Olympiad (IGeO) 2018 di Quebec City, Kanada.

Prestasi ini mendongkrak tim Indonesia naik ke peringkat 9 dunia dari 43 negara kontestan IGeO, yang mana sebelumnya pada 2017 Indonesia berada di peringkat ke-12.

Adapun dua medali perunggu Indonesia dipersembahkan Fernando dari SMA Sutomo 1 Medan dan M Nadafa Isnain dari SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta. Sedangkan dua perunggu diraih Rizky Amalia Wulandari dari SMA Kharisma Bangsa Tangerang Selatan dan Jamal Habibur Rahman dari SMA Taruna Nusantara Magelang, Jawa Tengah.

Peraih medali perak Fernando dan Nadafa mengaku senang dan bersyukur raih medali, walaupun menargetkan emas.

"Puji Tuhan kami sangat bersyukur, karena ini adalah usaha dan capaian terbaik kami," ujar Fernando.

"Olimpiade ini tidak hanya bicara soal medali, tapi banyak pengalaman berharga lain yang kita dapat, di antaranya menjalin persahabatan antarnegara dengan beragam suku dan ras bangsa-bangsa dunia. Berbeda-beda tapi bisa saling berkomunikasi dan menjalin hubungan persahabatan," tambah Nadafa.

IGeO 2018 berlangsung dalam tiga babak tes, yaitu Written Response Test (tes tertulis), Fieldwork Test (tes lapangan), dan Multimedia Test (tes multimedia).

Ketua tim, Bintang Rahmat Wananda, yang juga alumni IGeO, mengapresiasi kesuksesan yang diraih anak didiknya.

"Ini menjadi kebanggaan tersendiri, karena pada tahun ini untuk pertama kalinya Indonesia berhasil masuk top ten negara dari seluruh negara partisipan IGeO. Pada tahun ini pula untuk pertama kalinya seluruh anggota tim berhasil mendapatkan medali," ujar Bintang.

Kedatangan tim Indonesia disambut dengan pengalungan bunga oleh Kasubdit Peserta Didik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Suharlan beserta jajarannya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (12/8).

Menurut Suharlan, hasil ini menambah perolehan medali yang telah diukir pelajar Indonesia selama satu bulan terakhir sebanyak 25 medali di pentas Olimpiade Sains Internasional.

"Sungguh prestasi yang membanggakan kita semua. Pelajar kita mengumpulkan 25 medali sejak digelar Olimpiade Sains Internasional 2018, terdiri atas 4 medali emas, 13 perak, dan 7 perunggu. Prestasi ini terus meningkat luar biasa, patut kita apresiasi dan pertahankan," kata Suharlan lewat keterangannya Senin (13/8).

Menurut Suharlan, forum prestasi anak bangsa ini sangat bermanfaat sebagai diplomasi kebudayaan, mengharumkan Indonesia dan mengangkat derajat bangsa.

"Perlu kita wadahi dalam rangka mengembangkan bakat minat siswa yang memiliki passion berbeda-beda. Sistem olimpiade ini sudah terbentuk selama 17 tahun, dan Indonesia telah menunjukkan gengsinya di mata dunia. Selalu menjadi negara yang diperhitungkan dengan koleksi medali yang tidak sedikit. Alangkah baiknya jika kita dan semua pihak terkait tidak berpaling terhadap potensi luar biasa putra-putri terbaik bangsa ini," tandasnya. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More