Densus 88 Antiteror Tangkap Teroris di Luwu Timur

Penulis: Lina Herlina Pada: Senin, 13 Agu 2018, 12:36 WIB Nusantara
Densus 88 Antiteror Tangkap Teroris di Luwu Timur

PERSONEL gabungan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror dan Tim Antiteror Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali menangkap terduga anggota jaringan teroris Poso, yaitu Santoso di Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulsel.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani menjelaskan penangkapan tersebut dilakukan di Desa Tomoni, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, Senin (13/8) sekitar pukul 07.45 Wita.

Yang tertangkap atas nama Muallim Mato Priyo Sudi Hartanto alias Priyo alias Ato, kelahiran Mulya Asri, 15 Mei 1984, beralamatkan Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur.

Sebelumnya, tim yang sama juga menangkap empat teroris, terdiri dari dua di Kabupaten Bone, yaitu B, 34 dan Y, 35. Dan dua lainnya di Luwu Timur yaitu I, 28 dan R,40.

Penangkapan di Bone disertai dengan barang bukti bahan peledak siap digunakan yang disimpan dalam jeriken sebanyak 15 kilogram dan ditanam di dalam tanah di kebun milik kedua teroris yang jaraknya tidak jauh dari rumah mereka.

"Penangkapan Muallim di Lutim juga erat kaitannya dengan penangkapan sebelumnya, karena mereka merupakan juga anggota jaringan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso yang sudah mati," pungkas Dicky. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More