JK Bersedia Masuk Dewan Penasehat Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin

Penulis: Golda Eksa Pada: Senin, 13 Agu 2018, 12:26 WIB Politik dan Hukum
JK Bersedia Masuk Dewan Penasehat Tim Kampanye Jokowi-Ma

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

WAKIL Presiden Jusuf Kalla bersedia masuk dalam dewan penasihat tim kampanye pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

"Kalau penasihat tentu, karena memberikan pandangan-pandangan," kata Jusuf Kalla di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (13/8).

Pada Minggu (12/8), Sekretaris Jenderal (Sekjen) partai NasDem Jhonny G Plate mengatakan bahwa Jusuf Kalla masuk ke dalam tim kampanye dengan menduduki dewan penasihat. Dewan penasihat diisi figur-figur publik yang cukup senior.

Namun Kalla mengatakan bahwa ia belum mendapatkan undangan resmi mengenai keikutsertaannya dalam tim tersebut.

"Ya saya mendengar, tapi saya belum diberikan (undangan) resmi," tambah Kalla.

Kalla juga belum mengungkapkan apa saja pandangan yang akan ia sampaikan sebagai strategi dalam tim kampanye Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Nanti kita lihat," ungkap Kalla.

Joko Widodo, Minggu (12/8), sudah bertemu dengan sembilan sekjen partai politik pendukung dirinya dan KH Ma'ruf Amin di posko pemenangan Jalan Cemara No 19 Jakarta Pusat.

Susunan tim kampanye terdiri atas Wakil Ketua tim kampanye Sekjen Partai Golkar Loedwijck Freidrich Paulus, Sekjen PPP Arsul Sani, Sekjen NasDem Jhonny G Plate, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, dan Sekjen Hanura Harry Lontung Siregar. Sedangkan untuk Sekjen tim kampanye adalah Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Sementara Wakil Sekjen tim kampanye adalah Sekjen PSI Raja Juli Antoni, Sekjen Perindo Ahmad Rofiq, dan Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan.

Namun untuk ketua tim kampanye masih belum diungkapkan kepada publik.

"Ketua tim kampanye masih dalam kantong beliau (Joko Widodo)," kata Hasto. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More