PKS Mengaku tidak Ngotot Minta Posisi Wagub DKI

Penulis: Faisal Abdalla Pada: Senin, 13 Agu 2018, 11:23 WIB Megapolitan
PKS Mengaku tidak Ngotot Minta Posisi Wagub DKI

ANTARA/Galih Pradipta

PARTAI Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku tidak begitu menginginkan posisi wakil gubernur DKI Jakarta: PKS dalam posisi menyodorkan nama pengganti Sandiaga Uno yang memilih mundur demi menjadi bakal calon wakil presiden Prabowo Subianto.

"PKS santai-santai saja. Kalau memang dikasih kesempatan ya alhamdulilah. Kalau enggak dikasih kesempatan silakan yang lain," kata Ketua DPP PKS Aboebakar Alhabsyi di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, Senin (13/8).

Aboebakar menjelaskan nama pengganti Sandi masih digodok internal koalisi pendukung pada Pilgub DKI Jakarta 2017. Kader PKS eks Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera masuk daftar calon pengganti Sandi.

"Nama-nama itu memang muncul tetapi untuk keputusannya kita tunggu. Sabar," tegas anggota Komisi III DPR itu.

Nama-nama yang diusulkan pun akan dikonsultasikan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Calon yang diajukan dipastikan cocok dengan Anies.

"Yang akan bekerja itu kan gubernur dan wakilnya. Jadi tidak mungkin mengambil nama wakil, gubernurnya tidak tahu. Pasti dia ingin orangnya bagaimana, cocok tidak," beber dia.

Aboebakar hanya menginformasikan pengganti Sandi dipublikasikan bila waktunya tepat. PKS berkomitmen legawa bila pada akhirnya parpol koalisi tak memilih kader PKS menduduki kursi DKI 2.

"Tapi saya rasa Pak Prabowo (Ketum Gerindra) bijaklah," ucap dia. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More