UNS Luncurkan Fakultas Keolahragaan

Penulis: Ferdinand Pada: Senin, 13 Agu 2018, 10:11 WIB Humaniora
UNS Luncurkan Fakultas Keolahragaan

Humas UNS

UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS), Kota Surakarta, Jawa  Tengah meluncurkan fakultas keolahragaan. Fakultas ini merupakan  pengembangan dari program studi kepelatihan, jasmani, dan rekreasi di  Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan.

Peluncuran ditandai penyerahan pataka oleh Rektor Ravik Karsidi kepada Plt Dekan Joko Nurkamto pada acara pelantikan mahasiswa baru di halaman rektorat, Senin (13/8).

Ravik Karsidi mengatakan pendirian FKor dirintis sejak 2015, setelah mendapatkan rekomendasi dari Menteri Pemuda dan Olahraga serta Menteri Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Dia berharap FKor nantinya dapat menghasilkan lulusan yang kompeten dan profesional di bidang keolahragaan.

"Selain tentunya mampu menghasilkan penelitian berkualitas dan berdampak strategis pada pengembangan keolahragaan di tingkat nasional dan internasional," katanya.

Fakultas kesebelas di UNS itu menyelenggarakan program sarjana S1 pendidikan dan pelatihan olahraga, pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, serta program magister dan doktor ilmu keolahragaan.

Ravik optimistis, dengan dukungan tenaga pengajar yang berkompeten di bidangnya FKor akan diminati calon mahasiswa. Apalagi selama ini peminat jurusan olahraga terbilang cukup tinggi.

"Semoga dengan adanya fakultas ini akan mendorong program pemerintah dalam pembangunan olah raga di tanah air," katanya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More