Hasil Tes Kesehatan Diterima KPU Dua Hari Lagi

Penulis: Pol/Ind/*/X-7 Pada: Senin, 13 Agu 2018, 08:15 WIB Politik dan Hukum
Hasil Tes Kesehatan Diterima KPU Dua Hari Lagi

ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY
JALANI TES KESEHATAN: Calon presiden-calon wakil presiden pada Pilpres 2019, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, menunjukkan bekas suntikan pengambilan darah seusai pemeriksaan awal tes kesehatan di RSPAD, Jakarta, kemarin.

HASIL pemeriksaan kesehatan pasangan calon presiden dan wakil presiden paling lambat harus disampaikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dua hari setelah pemeriksaan selesai.

"Kami hanya menilai kemampuan jasmani ataupun rohani. Hasil pemeriksaan diserahkan kepada KPU sebagai rekomendasi kelolosan para calon ke tahap selanjutnya. Hasil pemeriksaan kesehatan akan diberikan juga kepada capres dan cawapres secara langsung," ujar Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Doktor Indonesia (PB IDI) Ilham Oetama Marsis, di Jakarta kemarin.

Selama 12 jam, pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin menjalani 14 jenis tes kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta, kemarin.

Pemeriksaan dilakukan tim dokter gabungan dari IDI dan RSPAD Gatot Subroto. Ke-14 jenis pemeriksaan itu, antara lain penyakit dalam, jantung, pembuluh darah, paru-paru, bedah, urologi, ortopedi, neurologi, serta telinga, hidung, dan tenggorokan (THT).

Sementara itu, pemeriksaan kesehatan capres dan cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dijadwalkan hari ini.

Wakil Ketua Umum IDI Daeng M Faqih menambahkan pemeriksaan kesehatan itu bersifat penilaian. Penyakit atau ketidakmampuan fisik dan rohani yang ditemukan tidak akan mendapatkan pengobatan. Menurutnya, ketidakmampuan fisik yang dimiliki seorang capres atau cawapres tidak serta-merta menghalangi proses pencalonan mereka.

"Kalau calon menderita penyakit atau ketidakmampuan, kami akan menilai apakah keadaan tersebut berpotensi mengganggu kerjanya selama lima tahun ke depan. Kami akan memeriksa juga apakah gangguan itu bisa dikoreksi dengan teknologi kedokteran," jelas Daeng.

Misalnya, jika salah satu calon mengalami masalah pendengaran, bisa dibantu oleh alat dengar. "Jika bisa dengan alat bantu, kami akan rekomendasikan KPU untuk tetap memperkenankan calon melanjutkan ke tahap pemilu berikutnya," imbuhnya.

Kepala RSPAD Gatot Subroto Terawan Agus Putranto mengatakan tim IDI memastikan semua peralatan medis memiliki standar tertinggi yang diinginkan.

Terpisah, Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan pihaknya menyerahkan hasil pemeriksaan kesehatan kepada tim IDI dan RSPAD. Setelah itu, barulah KPU mengumumkan.

"Jadi, yang memeriksa memang IDI dan RSPAD, tetapi yang berwenang mengumumkan hasilnya itu KPU. Jika nantinya hasil pemeriksaan kesehatan menyatakan bakal calon presiden dan wakil presiden tidak memenuhi syarat, bisa diganti," ujarnya.

Pemeriksaan kesehatan diatur dalam Pasal 28 Peraturan KPU Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pencalonan Peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. (Pol/Ind/*/X-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More