Tim Pemenangan Jokow-Ma'ruf Bergerak Cepat

Penulis: Insi Nantika Jelita Pada: Senin, 13 Agu 2018, 08:00 WIB Politik dan Hukum
Tim Pemenangan Jokow-Ma

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

TIM pemenangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin tak ingin membuang-buang waktu meski pemilihan Pilpres 2019 masih delapan bulan lagi. Mereka akan segera melatih para juru kampanye sebagai ujung tombak dalam meyakinkan rakyat agar memilih Jokowi-Ma'ruf.

"Kami juga bergerak cepat sehingga besok pagi dilakukan pelatihan juru kampanye. Pelatihan akan menyosialisasikan keberhasilan Pak Jokowi-JK dan memperkuat seluruh kohesitas dari tim pendukung dan relawan," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Posko Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Jakarta, kemarin.

Dalam pertemuan itu hadir seluruh sekjen partai pendukung Jokowi-Ma'ruf. Jokowi juga hadir untuk memberikan pengarahan. Ia datang tadi malam setelah menjalani tes kesehatan di RSPAD Gatot Subroto.

Menurut Hasto, dalam pertemuan itu disepakati susunan tim kampanye. "Wakil ketua tim kampanye nasional ada dari Sekjen NasDem (Jhonny G Plate), Sekjen PPP (Arsul Sani), dan Sekjen Hanura (Herry Lontung Siregar). Sekretaris dari Sekjen PDIP (Hasto) dengan wakil dari Sekjen PKPI (Very Surya Hendrawan), Sekjen PSI (Raja Juli Antoni), dan Sekjen Perindo (Ahmad Rofiq)."

Disepakati pula Wapres Jusuf Kalla menjadi Ketua Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, sedangkan ketua tim masih dirahasiakan. Namun, seusai tes kesehatan, Jokowi mengatakan telah meminta Kalla menjadi ketua tim sukses dan diiakan.

Johnny G Plate mengatakan visi-misi Jokowi-Ma'ruf yang sedang digodok akan bermuara pada pertumbuhan ekonomi sebagai akselerasi kesejahteraan rakyat. "Kita bicara tatanan politik, hukum, sosial budaya, muaranya ya semua pada ekonomi Indonesia yang makin kuat dan peningkatan kesejahteraan rakyat," tuturnya.

Dalam bahasa yang sederhana, lanjut Johnny, Nawa Cita jilid II tergambar dalam tulisan di baju yang dipakai Jokowi saat mendaftar ke KPU, yaitu 'bersih, merakyat, kerja, nyata'. "Itu semua sudah ditunjukkan oleh Pak Jokowi, tinggal kita mantapkan lagi."

Ahok siap

Dukungan untuk kemenangan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019 terus berdatangan dari beragam kalangan. Wakil Jokowi kala menjadi Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, pun siap menjadi juru kampanye selepas keluar dari penjara. Ahok dihukum dua tahun dalam kasus penodaan agama. Dia semestinya bebas bersyarat bulan ini, tetapi memilih bebas murni, Januari nanti.

Kesiapan Ahok untuk berkampanye bagi Jokowi-Ma'ruf disampaikan lewat surat kepada Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. "Pak Ahok menuliskan bahwa senang jika keluar dari penjara nanti ingin ikut kampanye bersama pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Saya menerima langsung surat Pak Ahok," terang Luhut seusai deklarasi tim pemenangan Cakra 19 untuk Jokowi-Ma'ruf di Jakarta, kemarin.

Dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf juga mengalir dari para santri di sejumlah daerah. Di Tegal, Jawa Tengah, ratusan santri mendeklarasikan Bergerak Bersama Ma'ruf Amin (JKW Bergema). "Insya Allah kami kuat dan mampu memenangkan Jokowi-KH Ma'ruf Amin di Kabupaten Tegal," ujar Koordinator Relawan JKW Bergema, Gus Fikri.

Di lain sisi, pihak Prabowo Subianto-Sandiaga Uno masih konsolidasi untuk menentukan tim pemenangan dan belum merumuskan visi-misi. "Kami tidak ingin terburu-buru. Untuk bicara sampai ke visi-misi tentu semua harus duduk bersama agar betul-betul menjawab kebutuhan masyarakat," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. (Opn/Ths/Pol/AD/JI/YK/DY/Ant/X-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More