Kominfo Tambah 21 Telepon Satelit untuk Penanganan Gempa Lombok

Penulis: Micom Pada: Senin, 13 Agu 2018, 08:15 WIB Humaniora
Kominfo Tambah 21 Telepon Satelit untuk Penanganan Gempa Lombok

Ilustrasi -- ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
Petugas memperbaiki antena sektor penerima dan pemancar sinyal ponsel 4G

BADAN Aksesibilitas Teknologi Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika menambah 21 unit telepon satelit untuk mendukung koordinasi penanganan bencana gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang diperpanjang masa darurat penanganan.

Senin (13/8), sebanyak 11 telepon satelit akan dikirimkan ke Lombok dan menyusul 10 unit pada Rabu (15/8).  Sebelumnya, Bakti juga telah menambah 2 unit VSAT Portable dan dua akses internet kabel fiber untuk digunakan dalam penanganan bencana gempa bumi.

Dua unit VSAT dipasang di Posko Kantor Lurah Lingsar dan Posko BNPB di Kabupaten Lombok Utara. Sementara akses internet kabel fiber digunakan di media center dan Posko Loloan Kecamatan Bayan.

Sebelumnya, VSAT Portable yang disediakan Bakti Kominfo di Posko Madayin, Sembalun, BNPB Lombok Utara, Kantor Bupati Lombok Utara, Desa Mentareng, Desa Obel-Obel, Sankareang, Sambik Elen, Bayan dan Desa Pamenang masih bisa beroperasi dan digunakan mendukung koordinasi penanganan bencana.

Kementerian Komunikasi dan Informatika juga telah memfasilitasi Posko Media Center di Lapangan Tanjung Kabupaten Lombok Utara. Fasilitas itu dapat digunakan oleh pekerja media yang akan melakukan tugas jurnalistik. Pendirian media center dibantu oleh Badan Nasional Penanganan Bencana dan TNI.

Sebelumnya, media center di Kantor Gubernur NTB sudah dibangun dan telah beroperasi untuk mendukung kebutuhan pekerja media dan koordinasi petugas penanganan bencana.

Hingga Minggu (12/8) siang, terdapat sebanyak 109 base station yang masih belum bisa digunakan akibat sejumlah gempa susulan di Lombok, NTB.

Pemulihan base station yang terdampak gempa masih terkendala pasokan listrik PLN dan hambaran distribusi BBM untuk genset. Base station di Gili Meno sudah bisa digunakan kembali setelah dilakukan penggantian receiver modul.

Di Bayan dan Sembalun Lombok Utara, base station kembali bisa digunakan setelah didukung pasokan listrik dari genset portabel yang disiapkan oleh operator telekomunikasi.

Upaya operator telekomunikasi untuk pemulihan layanan dilakukan pula dengan cara mobilisasi radio power ke Lombok Utara.

Selain itu, operator telekomunikasi juga melakukan integrasi jaringan yang menghubungkan pulau lain agar bisa tetap memberikan layanan telekomunikasi kepada pelanggan seluler di Lombok dan Bali.  Satu unit mobile BTS juga dioperasikan di Tanjung Teros, Lombok Utara.

Upaya perbaikan base station ke beberapa daerah terdampak relatif parah karena gempa bumi, belum bisa dilakukan karena pertimbangan keselamatan dan keamanan yang ditetapkan pihak berwenang.

Sejak Senin (6/8) tercatat sudah 835 dari 944 base station 2G, 3G dan 4G yang terdampak gempa sudah pulih dan bisa digunakan untuk melayani kebutuhan telekomunikasi masyarakat. (RO/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More