Koalisi Indonesia Kerja Siapkan Sembilan Program Prioritas

Penulis: Insi Nantika Jelita Pada: Senin, 13 Agu 2018, 07:45 WIB Politik dan Hukum
Koalisi Indonesia Kerja Siapkan Sembilan Program Prioritas

ANTARA/Galih Pradipta

PARA sekretaris jendral (sekjen) koalisi telah resmi membentuk tim kampanye nasional pemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Minggu (12/8).

Sekjen Partai NasDem Johnny G. Plate menyebutkan nantinya tim kampanye nasional Jokowi - Ma'ruf Amin akan membuat sembilan program prioritas.

"Dalam visi misi (Koalisi Indonesia Kerja) ada sembilan program prioritas, yang diuraikan dalam 45 bidang." ujar Johnny di Rumah Cemara, Jakarta, Minggu (12/8)

Johnny menambahkan dari 45 bidang program terdiri dari 15 bidang yang berhubungan dengan politik, pertahanan, keamanan, dan politik luar negeri.

Kemudian, lanjutnya, ada 21 program ekonomi, seperti ekonomi keumatan dan kerakyatan. Lalu ada 9 program yang berkaitan dengan budaya, sumber daya manusia, revolusi mental, dan lain-lainya.

"Kami juga lihat lingkungan yang mempengaruhi indonesia sampai 2024. Baik dari faktor domestik maupun internasional. Misalnya ada perubahan landscape dunia seperti perang dagang antarnegara adidaya Amerika dan Cina." ungkap Johnny

Nantinya, tim kampanye nasional pemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin menyiapkan konsep dasar yang menyeluruh dan secara matang yang nantinya akan diterjemahkan dalam kebijakan negara.

"Semua akan terlibat ya, baik dari jubir, dan macam macam sesuai kebutuhan. Timm ahli dari dua duanya (dari tim Jokowi dan Ma'ruf Amin)." pungkas Johnny. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More