Napi Lapas Makassar Otak Pembakaran Rumah Tewaskan Enam Orang

Penulis: Lina Herlina Pada: Minggu, 12 Agu 2018, 22:40 WIB Nusantara
Napi Lapas Makassar Otak Pembakaran Rumah Tewaskan Enam Orang

MI/Lina Herlina

SENIN (5/8) dini hari lalu, kebakaran terjadi di Jalan Tinumbu Makassar, Sulawesi Selatan, yang mengakibatkan tiga rumah habis dilalap api dan enam orang tewas terbakar.

Pihak Kepolisian Resort Kota Besar Makassar dibantu Polsek Tallo pun melakukan penyelidikan terhadap kebakaran tersebut, dan Minggu (12/8), polisi berhasil meringkus lima orang pelaku pembakaran rumah di Jalan Tinumbu itu.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, pelaku pembakaran rumah ternyata orang yang menjadi suruhan tahanan Lembaga Pemsyarakatan Makassar yang merupakan napi narkoba dan pembunuhan bernama Akbar Ampuh, 34.

Yang menjadi eksekutor ialah Ilham alias Ilo, 23, yang ternyata menerima perintah via telepon seluler dari Akbar. Bahkan, Akbar dan Ilo ini masih dibantu oleh empat rekan lainnya yang satu di antaranya masih dalam pencarian polisi (DPO).

"Dari hasil penyelidikan, eksekutor Ilham awalnya hanya ingin menagih utang penjualan narkoba ke kepada salah satu korban kebakar yakni Fahri alias Desta sebesar Rp1 juta yang sudah setahun lamanya. Bahkan sempat terjadi perkelahian antara ekaekutor, rekannya dan korban," seru Irwan.

Irwan menambahkan, selain tersangka Ilham ini yang disuruh untuk melakukan penagihan juga tersangka Akbar Ampuh menyuruh tiga tersangka lain Wandy, Haedir, dan Riswan Idris.

Saat penangkapan, dari tangan tersangka Ilham, penyidik menemukan barang bukti botol air mineral yang berisi bensin. Botol itu ditemukan dipinggiran rumah korban dan juga dikuatkan dengan pemeriksaan ditemukan bekas api.

Sementara Akbar sendiri ternyata, setelah berkoordinasi dengan pihak Lapas, dalam selnya ditemukan timbangan narkotik, dan empat HP.

"Akbar sendiri dijatuhi hukuman pidana 12 tahun penjara, dan sudah menjalani selama lima tahun," pungkas Irwan. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More