Tidak Ada yang Mustahil

Penulis: Rul/R-1 Pada: Senin, 13 Agu 2018, 05:55 WIB Olahraga
Tidak Ada yang Mustahil

ANTARA/SIGID KURNIAWAN

ASIAN Games 2018 akan menjadi pengalaman perdana Yaspi Boby di multiajang terbesar di Asia. Namun, tak ada kegugupan yang tergambar di raut wajah atlet andalan di nomor estafet 4x100 meter putra itu.

Sebagai atlet senior, Yaspi tampak lebih tenang dalam mengatur kondisi mentalnya. Sebagai yang paling tua di tim estafet, dirinya bertugas mengemong rekan-rekannya, untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia.

Sebagaimana estafet menjadi andalan medali Indonesia di Asian Games kali ini, Yaspi memiliki ambisi pribadi, ingin mewujudkan target tersebut. Apalagi di nomor estafet, Indonesia belum pernah lagi meraih medali sejak Sugiri, Supardi, Wahjudi, dan Jootje Oroh meraih perak di Asian Games Bangkok 1966.

Meskipun prestasinya hanya sebatas level Asia Tenggara, atlet kelahiran 28 Oktober 1987 tersebut, bertekad memberikan kejutan di dua nomor spesialisnya, yaitu estafet dan 100 meter putra.

Sebelumnya, prestasi terbaik Yaspi ialah meraih perak di nomor estafet pada SEA Games Kuala Lumpur 2017. Ia juga menyumbangkan perak di nomor 100 meter putra dan perunggu di nomor estafet kala tampil di SEA Games Singapura 2015.

Namun, dengan prestasi terakhir yang ia capai di Korea Terbuka 2018, pada pertengahan Juni, Yaspi ingin merajut asa menyumbangkan prestasi terbaik dalam debutnya di Asian Games. Bersama rekan-rekannya di estafet, Yaspi membawa pulang emas seusai mencatat waktu 39,76 detik.

Optimistis kian meninggi, semenjak junior sekaligus rekannya, Lalu Muhammad Zohri menjadi juara dunia nomor 100 meter pada Kejuaraan Dunia Junior U-20 2018 di Tempere, Finlandia, pada bulan lalu.

"Saya merasa percaya diri karena adanya teman kita, Lalu, yang punya waktu lebih baik di lintasan. Jika kita terus berlatih, saya percaya kita bisa mencapai target waktu 38,50 untuk setidaknya mengamankan medali di Asian Games," tandasnya.

Di Asian Games 2018, lawan-lawan tim estafet terbilang berat. Jepang dan Tiongkok, yang mampu berbicara banyak di level Olimpiade, menjadi pesaing terberat.

Kendati demikian, bagi Yaspi, tak ada misi yang mustahil. Demi meraih prestasi terbaik, Yaspi pun mengharapkan dukungan dari penonton Indonesia untuk menyaksikan langsung lomba di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

"Kita ini tuan rumah, otomatis dukungan dari penonton membuat kita lebih semangat, soalnya pas dipanggil 'Indonesia', semua orang bersorak dan itu akan membuat semangat dalam diri kita bangkit dan tinggi banget. Hal ini memacu semangat karena kita tuan rumah, supaya di lintasan lebih percaya diri lagi," pungkasnya.

Berita Terkini

Read More

Poling

TEKA-teki kontestan Pilpres 2019 terkuak sudah. Joko Widodo akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka saat ini tengah melengkapi persyaratan dan akan mendatangi KPU pada Jumat (10/8) di batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres 2019. Dari dua pasangan itu, siapa pilihan Anda?





Berita Populer

Read More