Tranportasi masih Jadi PR Sumsel

Penulis: Dwi Apriani Pada: Senin, 13 Agu 2018, 02:50 WIB Olahraga
Tranportasi masih Jadi PR Sumsel

MI/Nuruf Fadillah

PERSOALAN transportasi masih menjadi kendala tersendiri bagi Indonesia dalam menyiapkan Asian Games 2018. Padahal, multiajang itu tinggal sepekan lagi dimulai.

Chef de mission Indonesia di Asian Games 2018, Komjen Pol Syafruddin, menyebut secara keseluruhan kesiapan para atlet sudah hampir 100%. Namun, masih ada satu kendala, yakni ketepatan waktu.

Para atlet, kata dia, mengeluh sering terlambat karena tidak disediakan transportasi. Padahal, mereka 30 menit sebelum bertanding harus sudah tiba di lokasi. Itu sebabnya dia akan meminta Polda Sumsel untuk mengatasi masalah tersebut.

"Tadi ada keluhan soal transportasi. Saya pastikan kedatangan saya untuk menyelesaikan ini semua. Transportasi akan diselesaikan oleh Kapolda. Setiap atlet akan latihan dikawal biar tidak kena macet," ujar Syafruddin seusai meninjau kesiapan arena dan atlet di Jakabaring Sport City Palembang, kemarin.

"Psikologi atlet harus dijaga, tidak boleh perjalanan dari hotel ke tempat latihan lebih dari 30 menit. Ini akan diselesaikan Kapolda (Sumsel)," tambahnya.

Selain meninjau latihan atlet, Syafruddin memastikan persiapan sarana, prasarana, dan personel keamanan di Palembang. Menurut data, Polri akan menerjunkan 7.400 personel untuk mengamankan Asian Games di Palembang.

Jumlah itu belum termasuk cadangan yang disiapkan TNI dan Polri. Selain itu, aparat keamanan melengkapi dengan 643 CCTV yang dipasang di 97 lokasi dan 11 markas komando, untuk memantau situasi gelanggang dan Kota Palembang saat Asian Games berlangsung, 18 Agustus hingga 2 September 2018 nanti.

Sementara itu, sejumlah atlet mengaku belum bisa masuk ke Wisma Atlet JSC karena terganjal oleh masalah administrasi. Pelatih tim voli pantai putra, Slamet Mulyanto, mengatakan mereka sampai saat ini masih tinggal di hotel di Jakabaring.

"Seharusnya kemarin (Sabtu) sudah bisa masuk, tapi kami masih menunggu izin dari panitia (Inasgoc). Sekarang masih tinggal di hotel."

 

Minimalkan kesalahan

Dari cabang balap sepeda, tim downhill terus mematangkan persiapan dengan mengintensifkan waktu latihan. Sesekali mereka menjajal arena balap sepeda di area perkebunan Bukut Khe Bun, Subang, Jawa Barat.

Menurut pelatih balap sepeda downhill Indonesia, Zainul Siswanto, penguasaan lintasan menjadi faktor krusial dalam strategi pemenangan. Sementara itu, fokus latihan yang terus dilakukan saat ini ialah meminimalkan kesalahan menjelang pertandingan.

"Berbeda dengan trek dan individual time trial, downhill itu enggak bisa diukur dengan waktu. Kalau downhill, yang kita persiapkan ialah performa anak-anak, bagaimana anak-anak memahami rute downhill, meminimalkan kesalahan, itu yang paling penting," ujar Zainul kepada Media Indonesia.

Downhill merupakan nomor unggulan dari disiplin mountain bike (MTB) cabang balap sepeda. Indonesia menaruh harapan kepada empat pembalap downhill, yaitu Popo Ario, Khoiful Mukhib, Tiara Andini, dan Nining Purwaningsih.   (Rul/UL/BB/EM/AD/RF/R-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More