Khofifah Gratiskan SPP SMA dan SMK

Penulis: HS/N-2 Pada: Senin, 13 Agu 2018, 02:30 WIB Nusantara
Khofifah Gratiskan SPP SMA dan SMK

ANTARA

SETELAH satu tahun mendapat kewenangan mengelola SMA dan SMK, baru sedikit pemerintah provinsi yang berani menggratiskan biaya sekolah para siswa. Setelah Pemprov Sumatra Selatan berani melakukannya, sejumlah daerah berusaha menyusul.

Pemprov Banten berencana melakukannya tahun ini. Namun, Upaya itu masih terganjal di tingkat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Tahun depan, Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa memastikan akan menggratiskan biaya bulanan siswa SMA dan SMK di wilayahnya. "Siswa SMA dan SMK negeri dan swasta tidak lagi membayar SPP tahun depan," janji Khofifah, di Kabupaten Sidoarjo, kemarin.

Selain siswa, Khofifah juga akan menyasar para guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap yang jumlahnya mencapai 21 ribu orang. "Mereka akan mendapat tambahan insentif," jelasnya.

Ia mengaku sudah membahas program SPP gratis bagi siswa SMA dan SMK dengan Gubernur Soekarwo dan Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur. Mereka sepakat dan mendukung karena ternyata APBD Provinsi Jawa Timur mencukupi untuk merealisasikan program SPP gratis ini.

Dengan adanya program ini, lanjut dia, diharapkan tidak ada lagi orangtua yang bingung uang untuk membayar SPP anaknya yang duduk di bangku SMA/SMK negeri maupun swasta. "Seluruh anak di Jawa Timur harus bisa sekolah dan tidak ada lagi siswa drop out gara-gara tak mampu membayar uang SPP."

Khofifah berharap program SPP gratis ini akan membuat siswa bisa belajar lebih baik demi mencapai cita-cita mereka.

Selain menggratiskan SPP, mantan Menteri Sosial itu juga memastikan seluruh guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap akan mendapat insentif. Sampai saat ini, dari 21 ribu guru dan pegawai itu hanya 8.000-an di antaranya yang mendapat insentif. "Semua akan mendapat insentif," tandas Khofifah.

Program yang pro rakyat. Siapa menyusul?

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More