Sandiaga Bantah Beri Mahar Rp1 Triliun ke PAN dan PKS

Penulis: Yanurisa Ananta Pada: Minggu, 12 Agu 2018, 19:45 WIB Politik dan Hukum
Sandiaga Bantah Beri Mahar Rp1 Triliun ke PAN dan PKS

ANTARA

BAKAL calon Wakil Presiden (Bacawapres) Sandiaga Uno membantah memberikan mahar berupa uang senilai Rp1 triliun, masing-masing Rp500 miliar ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN).

"Sangat tidak benar. Saya tidak perlu mengulang, saya (sudah jelaskan) tadi pagi," kata Sandiaga di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (12/8).

Sandiaga menambahkan, besok sore (Senin (13/8) ia akan mengunjungi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah tes kesehatan. Hal itu dilakukan untuk memeriksa Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang berubah.

Sandi menyebut, seluruh proses yang ia lakukan hingga akhirnya mencalonkan diri sebagai wakil presiden sudah sesuai undang-undang. Dalam politik saat ini, tidak boleh lagi ada hengki-pengki. Masyarakat akan marah bila ada hengki pengki.

"Sekarang itu, kita harus pastikan tidak boleh ada lagi hengki pengki dalam politik. Masyarakat marah kalau ada hengki pengki, masyarakat merasa dibohongi, tidak bisa lagi," ucap Sandiaga.

Sandiaga menegaskan, transparan saja mengatakan bahwa ada biaya yang harus dikeluarkan untuk keperluan logistik kampanye. Penyusunan rencana pembiayaan kampanye itu akan dilaporkan ke KPK.

"Kita coba susun anggaran seperti ini, sumbernya dari sini. Ada LHKPN kira-kira berapa yang bisa saya sediakan, agar semua terbuka dan terang benderang, jadi tidak ada yang ditutup-tutupi makanya saya ketemu KPK besok," pungkas Sandiaga.

Saat ini, pihaknya sedang berkonsultasi dengan KPK dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menghitung biaya untuk kampanye. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More